Petani Cabai Pesisir Selatan Kulonprogo Diminta Penuhi Produksi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kepala Sub-Direktorat (Kasubdit) Bawang Merah dan Sayuran Umbi Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Ir Mardiyah Hayati MM berpesan kepada para petani cabai di wilayah pesisir selatan Kabupaten Kulonprogo untuk menjaga agar produksi cabai mampu memenuhi kebutuhan sepanjang waktu.

"Dua hal untuk mengatasinya yakni pengaturan pola tanam dan efisiensi biaya usaha tani. Pengaturan pola tanam adalah bagaimana kita mengatur kelompok tani untuk mengantisipasi terjadinya ketidakstabilan produksi, sehingga menimbulkan fluktuasi harga,” katanya saat menghadiri panen cabai awal Desember 2019 yang diadakan Kelompok Tani (KT) Sido Dadi Trisik Desa Banaran Galur.

Baca juga :

Hari Juang TNI AD, Korem 072/Pamungkas – ACT DIY Bersinergi
Realisasi Penyaluran Kredit Tembus Rp 936 M

Pengaturan pola tanam cabai, kata Mardiyah, seperti dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, perlu dikomunikasikan antara petani dengan kelompok tani serta petugas pembina dan penyuluh pertanian dengan menentukan zonasi area dan waktu tanam cabai. "Sehingga dapat menentukan pendapatan petani, perlu dilakukan upaya strategis untuk efisiensi biaya di semua rantai produksi cabai," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KT Sido Dadi, Ngatimin mengatakan bahwa panen raya cabai digelar bersama Ditjen Hortikultura dan Bupati Kulonprogo Drs H Sutedjo. Adapun luas lahan cabai yang dipanen mencapai 40 hektare.

Bupati Sutedjo mengatakan, fasilitas dari pemerintah tahun ini yang sudah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan produksi dan produktivitas cabai antara lain bantuan saprodi benih, pupuk dan mulsa, seluas 50 ha untuk cabai keriting dan 20 ha untuk cabai rawit. (Rul)

BERITA REKOMENDASI