Petani Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Serangan OPT

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Produksi panenan padi pada musim tanam (MT) pertama di wilayah Kecamatan Kalibawang mencapai 7 ton per hektare (ha). Memasuki tanam padi MT kedua, para petani diminta meningkatkan kewaspadaan adanya potensi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kalibawang Ermono dan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo, Tri Hidayatun mengatakan MT padi di sawah irigasi teknis golongan 1 dan sawah irigasi teknis golongan 2 di wilayah Kulonprogo.

”Produksi panenan padi MT pertama di Kecamatan Kalibawang cukup bagus. Sekarang para petani sedang mengolah sawah, persiapan MT padi kedua. Produksi panenan GKG bisa mencapai 7 ton per ha,” ujar Ermono.

Menurutnya, luas panenan sawah irigasi teknis di Kecamatan Kalibawang sekitar 776 ha. Masa perawatan tanaman terbebas dari serangan OPT. Sedangkan harga pasaran gabah di sawah di kisaran Rp 4.000 sampai Rp 4.500 per kg.

”Sekitar 70 persen luasan sawah irigasi teknis sudah ditanami padi lagi. Sebagian sedang proses pengolahan tanah. Akhir Maret ditargetkan tutup tanam padi, semua persawahan sudah ditanami padi,” jelasnya.

Secara terpisah Tri Hidayatun mengakui produksi panenan padi pada MT pertama di sawah golongan 1 dinilai cukup baik. Di tengah memasuki tanam padi pada MT kedua, para petani diminta meningkatkan kewaspadaan adanya potensi serangan OPT.

Menurutnya, sudah ada OPT wereng coklat menyerang tanaman padi menjelang panen pada MT pertama di sawah irigasi teknis golongan 2 di wilayah Kecamatan Temon, Panjatan, Sentolo dan tanaman padi di Kecamatan Kokap. Petani diminta lebih intensif melakukan pengamatan tanaman padi.

“Salah satunya hama wereng coklat. Sudah ada yang menyerang tanaman padi yang sebentar lagi panen terserang OPT di empat kecamatan,” tutur Tri Hidayatun.

Para petani telah melakukan pengendalian agar serangan OPT tidak meluas. Tingkat serangan masih pada tahapan ringan dan secara spotspot. Upaya pengendalian menggunakan obat agen hayati. (Ras)

BERITA REKOMENDASI