Petani Jagung Minta Air Waduk Sermo Dialirkan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Para petani penggarap sawah golongan 2 di wilayah Kecamatan Pengasih meminta suplisi pengairan dari Waduk Sermo meskipun ketersediaan air tinggal sekitar 9,11 juta meter kubik. Ketersediaan air untuk pertanian di musim kemarau terus mengalami penyusutan.

"Sawah irigasi teknis golongan 2 memasuki musim tanam palawija. Para petani di wilayah Kamal, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih meminta air dari Waduk Sermo dialirkan untuk menyirami tanaman jagung," ujar Joko Setiono, Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan (OP), Bidang Pengairan, Dinas PUPKP Kulonprogo.

Permintaan pengaliran air Waduk Sermo, sedang dikoordinasikan dengan pengelola waduk. Berdasarkan laporan dari petugas Balai Besar Wilayah Sungai Serang Opak (BBWS-SO) Yogyakarta di Waduk Sermo, persediaan air waduk tinggal sekitar 9 juta meter kubik. Menurutnya, pada ketinggian elevasi permukaan air waduk 128,82 meter di atas permukaan air laut (mdpl) pada posisi air waduk tidak dialirkan dan tidak ada suplai air dari hulu waduk.

Selama ini air waduk hanya dialirkan untuk air baku PDAM dengan kapasitas 55 liter per detik. "Petugas melaporkan terjadi penurunan 7,77 meter dari ketinggian normal permukaan air waduk 136,60 mdpl," jelasnya.

Petugas Intake Saluran Irigasi Kalibawang, Rohmadi menjelaskan telah mengalirkan air Sungai Progo ke saluran irigasi Kalibawang 7 meter kubik per detik untuk pengairan tanam padi di sawah irigasi teknis golongan 1. Menurutnya, air dapat mengalir penuh pada awal pengaliran di 1 Agustus 2019. Seiring menyusutnya debit air Sungai Progo, debit air yang mengalir ke saluran ikut mengalami penurunan menjadi 6,8 meter kubik per detik. (Ras)

BERITA REKOMENDASI