Petani Kakao Kuwalahan Kendalikan Hama Buah

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sebagian petani perkebunan kakao mengeluh karena tidak mampu mengendalikan hama penyakit yang menyerang pada buah tanaman kakao. Sebagian besar bakal buah mengering dan rontok.

Ketua Kelompok Tani Kakao ‘Ngudi Lestari’ Pantok Wetan, Desa Banjaroya, Saryono (60) mengungkapkan beberapa tahun terakhir tidak panen kakao. Setiap tanaman mulai berbunga, sebagian besar gagal menjadi buah.

“Banyak bunga tanaman kakao yang rontok. Bakal buah dari kecil sudah ada bintik-bintik gosong dan akhirnya kering. Jika buah mampu besar menjadi bangkak atau keras, tidak ada bijinya,” ujar Saryono.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Kakao ‘Andum Rejeki’, Desa Banjarharjo, Parji (62). Para petani telah melakukan pemangkasan tanaman, pemupukan dan penyemprotan obat lalat buah, tetapi tidak mampu mengendalikan serangan hama penyakit.

“Sebelum ada serangan hama pada buah kakao, saya satu bulan bisa panen sekitar 15 kg. Sekarang telah mengalami penurunan, selama satu bulan tinggal sekitar 1 kg,” tutur Parji.

Serangan hama penyakit pada buah kakao sudah merata di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Dengan serangan penyakit hampir sama, sebagian besar tanaman kakao gagal berbuah.

Selam Sutrisno (65) salah seorang petani kakao warga Karangasem, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih mengungkapkan memiliki tanaman kakao sekitar 200 batang. Perkebunannya sempat dijadikan tempat praktik sekolah lapang petani kakao se-Kulonprogo.

Menurutnya, sudah beberapa tahun terakhir tidak panen karena setiap mulai berbuah diserang hama penyakit. Pada bagian kulit bakal buah muncul bintik-bintik hitam dan mengering.

“Saya juga sudah menanyakan obatnya ke petugas penyuluh perkebunan tetapi serangan hama tidak bisa dikendalikan,” tutur Selam Sutrisno.

Sebelum ada serangan hama penyakit, tiap bulan rata-rata bisa memanen biji kakao kering 200 kg. Sepanjang tanaman tidak kekurangan air, sepanjang tahun berbuah.

“Sejak ada serangan hama, panenan sebulan hanya di kisaran antara 4 sampai 5 kg. Buah kakao yang tersisa tidak rontok, keras dan tidak keluar bijinya,” jelas Selam. (Ras)

BERITA REKOMENDASI