Petani Kesulitan Pupuk, Segera Lapor ke Posko Kartu Tani

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Anggota kelompok tani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi diminta melaporkan permasalahan ke posko pengaduan kartu tani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapanewon. Tanpa memiliki kartu tani mengalami kesulitan menebus pupuk bersubsidi.

Informasi yang berhasil dihimpun di Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo mengakui banyak menghadapi permasalahan di masa transisi penggunaan kartu tani. Pada saat membutuhkan pupuk, belum semua anggota kelompok tani memiliki kartu tani.

”Anggota kelompok tani segera melaporkan ke BPP jika belum bisa menebus pupuk bersubsidi. Sebelumnya sudah mengimbau semua pihak sesuai peran, tugas dan fungsinya masing-masing, memperlancar pendistribusian pupuk ke petani,” ujar Muh Aris Nugroho.

Baik produsen, distributor dan pengecer, diharapkan segera mengalokasikan pupuk bersubsidi sesuai RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Pihak bank menyediakan infrastruktur dan menyelesaikan pencetakan kartu tani.

Menurutnya, anggota kelompok tani masih bisa mendapatkan pupuk bersubsidi sepanjang kebutuhan di bawah alokasi. Meskipun belum memilik kartu tani, pembayaran di kios pengecer yang selanjutnya ditransfer ke nomor rekening bank.

Kepala Seksi Produksi, Bidang Tanaman Pangan, Dinas PP Kulonprogo, Wazan Mudzakir menjelaskan anggota kelompok tani perlu melaporkan ke posko pengaduan di BPP jika kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Laporan tersebut menjadi usulan kebutuhan pupuk bersubsidi di 2021.

”Petani yang belum memiliki kartu tani tetap bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Perlu melaporkan permasalahan ke posko pengaduan. Sekaligus mengusulkan kebutuhan pupuk untuk alokasi RDKK di 2021,” tutur Wazan Mudzakir.

Menurutnya, pihak bank telah mencetak dan mengaktifkan kartu tani untuk sekitar 46.500 anggota kelompok tani. Belum semua dapat dipergunakan untuk menebus pupuk bersubsidi karena permasalahan administrasi identitas kependudukan. (Ras)

BERITA REKOMENDASI