Polres Kulonprogo Siap Jemput Warga Isoman Minim Pengawasan

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kulonprogo AKBP Tartono MBA menegaskan, pihaknya akan melakukan upaya penjemputan terhadap warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah tapi masuk kriteria ditempatkan di shelter

terpusat di Rumah Susun Sewa (Rusun) Giripeni Kapanewon Wates.

“Upaya penjemputan akan dilakukan terhadap warga yang sedang isoman di rumah dengan pengawasan yang kurang maksimal. Kalau perlu upaya paksa kami lakukan. Kami data siapa saja yang menjalani isoman di rumah tapi kurang mendapat pengawasan. Langsung kami pindahkan ke tempat isolasi terpusat Rusunawa Giripeni,” tegas AKBP Tartono, Senin (26/7).

Pernyataan tersebut disampaikannya menyusul rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menjadikan Rusunawa Giripeni sebagai ‘shelter’ bagi pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. Saat ini warga yang sedang menjalani isoman di rumah memang menjadi fokus jajaran Polres Kulonprogo. Apalagi banyak warga menjalani isoman tanpa ada supervisi tenaga kesehatan.

“Masyarakat di DIY masih banyak yang menjalani isoman tapi pengawasan kurang optimal. Penurunan kasus terpapar Covid-19 juga sedikit,” jelas kapolres.

Lebih lanjut Kapolres Tartono mengungkapkan, dalam upaya memaksimalkan pencegahan penyebaran virus Korona dan penanganan pasien positif Covid-19 maka Polres Kulonprogo nanti akan mengerahkan tenaga kesehatan (nakes). Polres setempat ujarnya akan menerima sejumlah anggota polri baru yang sebelumnya sudah diberikan pelatihan untuk menjadi tenaga tracer

kasus positif Covid-19.

“Ada sekian ribu anggota Polri baru dilantik bulan lalu. Sekarang mereka sedang dilatih menjadi tenaga tracer

kasus positif Covid-19. Nanti polisi-polisi muda tersebut akan di tempatkan di seluruh kabupaten dan kota,” tuturnya menambahkan Polres Kulonprogo akan mendapat sekitar ratusan anggota Polri baru sebagai tenaga tracer.

“Konsentrasi kami bukan hanya di tempat isoman terpusat. Tapi juga akan masuk ke zona-zona merah di Kabupaten Kulonprogo. Tenaga tersebut bersifat dinamis,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI