Produksi Ikan Kulonprogo Lampaui Target

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Larangan budidaya tambak udang di lahan pesisir sepanjang pantai selatan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) dijadikan kawasan penghijauan berdampak terhadap pencapaian produksi ikan 2019 di Kulonprogo.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sudarno mengatakan produksi ikan di 2019 mencapai 18,683 ton. Mampu melebihi produksi yang ditargetkan 117 persen atau sebanyak 15.923 ton.

“Jelas berpengaruh terhadap produksi ikan di Kulonprogo. Meskipun demikian produksi ikan budidaya dan tangkap di 2019 masih mampu melampaui produksi yang ditargetkan,” ujar Sudarno.

Menurutnya, realisasi produksi ikan tidak termasuk budidaya tambak udang di selatan BIY. Sesuai ketentuan tata ruang wilayah, kawasan tersebut diperuntukkan penghijauan.

Budidaya tambak ada di Banaran, Kecamatan Galur dan di wilayah Desa Jangkaran. Realisasi produksi ikan mencapai 15.923 ton, katanya, meliputi produksi ikan budidaya sebanyak 13.425 ton dan produksi ikan tangkap 2.025 ton. Pencapaian di 2019 melebihi produksi yang ditargetkan di 2020 sebanyak 16.537 ton.

“Tidak masalah target 2020 sudah terlampaui di 2019. DPK terus mengupayakan produksi ikan meningkat, baik ikan budidaya maupun ikan tangkap, berupaya produksi ikan terus meningkat,” katanya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI