PT KAI Daops 6 Tutup Perlintasan Tak Resmi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi kecelakaan lalu lintas akibat masih adanya warga yang melintasi jalur rel kereta api tak berpalang pintu maka, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta menutup perlintasan tak resmi di wilayah Dipan Kelurahan/ Kecamatan Wates tepatnya sebelah Barat Gedung Kesenian Wates. Portal berbahan besi baja tersebut dipasang petugas di sebelah utara dan selatan rel dengan tujuan agar pengendara tidak bisa lagi melintas di perlintasan yang selama ini menjadi jalan pintas bagi masyarakat dan pelajar menuju atau sebaliknya ke MTsN Wates dan RSUD Wates.

Menurut Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto, perlintasan tak resmi di jalur kereta api wilayah Dipan, Wates memang cukup rawan. Di lokasi tersebut sudah sering terjadi kecelakaan, pengendara baik bermotor maupun sepeda onthel tertabrak kereta api hingga nyawa korban melayang.

Peristiwa yang baru saja terjadi dua pelajar berboncengan sepeda motor terserempet kereta api Gajah Wong jurusan Jakarta-Lempuyangan saat melintas di lokasi tersebut pada Rabu (19/12/2018) lalu. Beruntung korban Zulfi Rizal Ikhsan Saputra (16) pelajar SMKN 3 Wates, warga Pedukuhan Gubung Rego Desa Hargorejo Kokap bersama teman wanitanya, Eka Fatika Sofiyani (16) selamat, meski harus mendapat perawatan intensif di RSUD Wates.

"Perlintasan tanpa palang pintu di Dipan memang sangat rawan, jalurnya tidak resmi dan dibuat oleh masyarakat sekitar untuk memudahkan akses. Kalau tidak segera ditutup, selain kendaraan roda dua, lambat laun jalur tersebut juga dilewati kendaraan yang lebih besar. Apalagi itu dua jalur rel sehingga intensitas kereta api yang lewat makin sering," kata Eko.

Ditambahkan, perlintasan jalur kereta api di Dipan merupakan satu dari total 61 perlintasan tidak resmi di wilayah DAOP 6 Yogyakarta. Ke depan upaya penutupan perlintasan tak resmi akan terus dilakukan. "Pemasangan portal merupakan satu-satunya cara menutup perlintas tak resmi," jelasnya.

Warga, Taufik Subagyo (33) meminta pihak PT KAI Daop 6 untuk memasang rambu larangan melintas di dekat portal. "Pemasangan rambu peringatan perlu agar warga yang mau melintas tidak kecelik. Kalau dipasang agak jauh sebelum perlintasan kan warga nanti bisa ambil jalur memutar," ujarnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI