PT Odixa Pharma Laboratories Bangun Pabrik di Sentolo

SENTOLO (KRjogja.com) – Dokter Gideon Hartono, Direktur PT Odixa Pharma Laboratories mengungkapkan, pendirian pabrik obat herbal di Kulonprogo dilatarbelakangi keprihatinan atas kondisi kurang dihargainya hasil penelitian atau research anak bangsa oleh Bangsa Indonesia sendiri serta mahalnya harga obat yang beredar di tengah-tengah masyarakat.  

"Banyaknya produk kosmetik mengandung bahan-bahan kimia berbahaya bagi kulit serta maraknya peredaran obat alami mengandung bahan kimia obat (BKO) yang bisa menimbulkan efek samping berbahaya juga menjadi keprihatinan kami," katanya saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik obat herbal di kawasan industri Jalan Yogya-Wates Km 20 Desa Sukoreno Kecamatan Sentolo, Selasa (23/8/2016).

Groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo dilanjutkan perataan lahan secara simbolis menggunakan alat berat dan penanaman pohon serta penyerahan bantuan sembako kepada warga sekitar. PT Odixa Pharma Laboratories akan membangun fasilitas secara bertahap dimulai membangun pabrk obat herbal kemudian dilanjutkan pabrik obat ethical (dengan resep dokter) dan OTC (tanpa resep dokter) serta pabrik kosmetika.

"Di atas lahan seluas enam hektare, Odixa Pharma akan membangun beberapa sarana produksi terdiri dari bangunan kantor, ruang produksi dan teknik, laboratorium klinis dan sub klinis, gudang dan sarana pendukung lain seperti tempat pengolahan limbah, lapangan parkir, koperasi dan kantin," terangnya.

Dalam memproduksi obat-obatan dan kosmetika pihaknya bekerja sama dengan berbagai mitra usaha diantaranya Beacons Pharmaceuticals Pte Ltd  Singapore untuk memproduksi obat obat generik. Bersama dengan Binaragawan Ade Rai untuk memproduksi suplemen makanan penunjang kebugaran badan serta bersama Dr dr Reza Yuridian Purwoko SpKK pakar peneliti Biomedik dan Stemcel akan memproduksi kosmetika.

"Misi PT Odixa Pharma Laboratories memproduksi produk-produk kesehatan yang menjadi kebutuhan masyarakat baik di dalam maupun diluar negeri," tutur dr Gideon. (Wid/Rul)

BERITA REKOMENDASI