Purwoharjo Diresmikan Sebagai Desa Berbudaya Mandiri Energi

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Warga Padukuhan Kedungrong, Desa Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh Kulonprogo berhasil memanfaatkan potensi air yang melimpah di daerahnya melalui teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Keberhasilan ini membuat Desa Purwoharjo (Dusun Kedungrong) diresmikan sebagai Desa Berbudaya Mandiri Energi.

Mikrohidro atau yang dimaksud dengan PLTMH adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan dan jumlah debit air.

Pengembangan Kedungrong Purwoharjo sebagai desa mandiri energi dilakukan secara hepta helix melibatkan unsur akademisi, bisnis/swasta, pemerintah, komunitas/warga masyarakat, CSR, media dan teknologi. Selain itu, Desa Purwoharjo juga dijadikan sebagai Desa Wisata Pendidikan Energi Baru Terbarukan (EBT), di mana di Dusun Kedungrong dibangun sebuah Laboratorium Terpadu Mikrohidro.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi, Dr Etty Susilowati SE MM yang terlibat dalam kolaborasi hepta helix mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam pengembangan EBT yang ramah lingkungan di Indonesia berbasis komunitas/masyarakat. Agar kemanfaatan PLTMH dirasakan lebih luas, pihaknya berencana membangun 2 PLTMH di Dusun Kedungrong.

“Sebagai anak perusahaan PT Jasa Tirta 1 yang juga termasuk dalam bagian BUMN. Kami (PT Jasa Tirta Energi) berusaha agar keberhasilan Purwoharjo sebagai desa mandiri energi bisa diduplikasi di daerah-daerah lain. Kami juga melakukan pemetaan potensi sumber EBT lain yang dimiliki daerah, seperti pembangkit listrik tenaga surya,” ujar Etty kepada wartawan di sela acara peresmian, Minggu (12/12/2021).

BERITA REKOMENDASI