Ramadan, Meningkat Kebutuhan Air dan Jam Produksi

WATES,KRJOGJA.com – Selama bulan Ramadan 1438 H kebutuhan air naik berkisar 10 hingga 15 persen dari hari biasanya. Terjadi pula pergeseran jam-jam puncak, serta penambahan jam produksi. Meski begitu suplai air berjalan lancar dan tidak terganggu meski pemakaian air naik.

Dikatakan Jumantoro SE Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun, sebagai langkah mengatasi hal itu, sudah dipersiapkan dengan adanya beberapa  wilayah yang sudah diinterkoneksi sehingga diubah sistemnya. Yakni wilayah pelayanan Panjatan dan Bendungan disuplai sarana prasarana air minum (Spam) dari Lendah.

"Pelayanan untuk Panjatan dan Bendungan yang sebelumnya dilayani dari Spam Clereng, sekarang diinterkoneksi dari Lendah untuk menambah tekanan/suplai . Sebab selama ini Spam Clereng bebannya sudah terlalu banyak atau berat, sehingga harus dikurangi," jelas Jumantoro, Rabu (07/06/2017).

Jam-jam puncak pemakaian air sudah pula diantisapsi agar tidak ada penurunan penekanan menjelang buka puasa dan sahur. Sedangkan jam produksi hari-hari biasa berkisar 20-21 jam, maka saat ini bisa berkisaar 23 jam.
 
Terhadap antispasi kekeringan, kata Jumantoro, sudah pula disiapkan armada 3 unit, terutama kegiatan Ramadan. Masjid-masjid yang kekurangan air untuk sarana ibadah sudah disiapkan mobil tangki, terutama yang belum ada jaringan PDAM. "Karena sudah memasuki  musim kemarau, kami mengimbau dalam penggunaan air sehemat mungkin. Jangan boros-boros, semanfaat dan sehemat mungkin," tandasnya. (Wid)

 

BERITA REKOMENDASI