Ratusan PNS Kulonprogo Terima Tanda Kehormatan Presiden

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo menegaskan, pemberian tanda kehormatan hendaknya jangan hanya diartikan sebagai penghargaan tapi dijadikan motivasi meningkatkan semangat dan etos kerja dalam meraih prestasi yang lebih baik lagi.

“Penyematan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya merupakan wujud penghargaan Presiden RI bagi ASN yang menunjukkan loyalitasnya dalam melaksanakan tugas pengabdian dengan kecakapan dan kedisiplinan tanpa cacat atau cela selama 10, 20 dan 30 tahun,” tegas Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo saat penyematan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada perwakilan ASN di Aula Adikarto Kompleks Pemkab setempat, Kamis (13/08/2020).

Pemberian tanda kehormatan tersebut mengacu PP No 35/2010 tentang Pelaksanaan UU No 20/ 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. “Penghargaan dapat dimaknai sebagai bentuk apresiasi dan pembinaan untuk memupuk kedisiplinan, kesabaran serta tanggung jawab sosial. Selain itu untuk mendorong, membangkitkan dan menigkatkan semangat kerja serta PNS harus memiliki etos kerja seorang kesatria,” tegasnya.

Prosesi penyerahan tanda kehormatan berbeda dengan tahun sebelumnya, akibat pandemi Covid-19. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di dua tempat yaitu 82 peserta di Aula Adikarto dan 26 peserta mengikuti secara vitual di Ruang Rapat Sermo.

Setiap tahun Presiden menganugerahkan Satyalancana Karya Satya pada ASN di seluruh Indonesia yang telah mengabdi selama 10, 20 dan 30 tahun. Penganugerahan tersebut merupakan penghargaan dari negara kepada ASN atas jasa-jasanya telah bekerja penuh kesetian pada Pancasila, UUD 1945 dan Negara.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kulonprogo, Dra Yurianti MM mengatakan, sesuai Surat Putusan Presiden RI No 15/PK/2020 tentang penganugerahan tanda kehormatan Presiden RI Satyalancana Karya Satya kepada 108 PNS di lingkungan pemkab setempat terdiri Satyalancana Karya Satya 30 tahun sejumlah 37 orang, 20 tahun 44 orang dan 10 tahun 27 orang. (Rul)

BERITA REKOMENDASI