Razia Petugas Gabungan Tak Temukan Penambangan Ilegal

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com -Tim Pengawasan Tambang DIY yang merupakan petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Satpol PP Kulonprogo, Polda DIY, Polres Kulonprogo dan Polisi Militer serta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak (BBWSO) melakukan pengawasan dan penertiban penambangan pasir di sepanjang aliran Sungai Progo. Kendati sudah melakukan penyisiran di pinggir Sungai Progo, tapi tidak ada satu pun petugas menemukan adanya aktivitas penambangan pasir.

Kuat dugaan informasi penertiban sudah bocor, sehingga para pelaku penambangan pasir illegal memilih libur menambang.“Petugas melakukan pengawasan dan penertiban terhadap izin usaha tambang di sepanjang aliran Sungai Progo,” kata Kasi Penegakan dan Penyidikan Satpol PP DIY, Ibnu Muhammad, di sela memimpin penertiban penambangan pasir di wilayah Kalurahan Banaran Kapanewon Galur, Kulonprogo, Selasa (06/04/2021).

Tim Pengawasan Tambang DIY menyisir di lokasi penambangan pasir di wilayah Banaran, Galur, Kulonprogo dan terus bergerak ke atas atau hulu. “Kami akan tertibkan penambangan yang tidak berizin. Kami juga memasang tanda larangan penambangan pasir yang tidak berizin,” tegas Ibnu.

Lebih jauh Ibnu mengungkapkan, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang (UU) Nomor 3/2020 tentang Penambangan. Kewenangan perizinan penambangan di pemerintah pusat, yang saat ini masih ditunggu PP dan petunjuk pelaksanaannya (juklak). “Yang kami awasi yang izinnya dikeluarkan oleh DIY, karena penambang juga wajib melakukan reklamasi untuk mencegah kerusakan lingkungan,” tutur Ibnu.

Sementara itu Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBWSO Bambang Sumadio menjelaskan, pemantauan untuk melihat pelaksanaan perizinn yang dimiliki perusahaan. Sebelum mendapatkan izin mereka mengajukan rekomendasi ke BBWSO, Tata Ruang dan Amdal. Termasuk penggunaan alat yang dipakai menambang.

“Kami pantau dan awasi, benar tidak alat yang dipakai sesuai jumlahnya. Begitu juga yang belum mengantongi izin harus mengurus,” tegasnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI