Resapan Sungai Selo Jadi Tumpuan Warga

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kebutuhan air di musim kemarau masih tercukupi bagi sebagian warga di Pedukuhan Selo Barat dan Selo Timur, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, meskipun mengandalkan ketersediaan air resapan dari Sungai Selo. Warga yang rumah tinggalnya di lembah lereng bukit sepanjang Sungai Selo tidak ada yang memiliki sumur. Lembah lereng bukit berupa bebatuan yang dilapisi tanah tipis dan tidak terjangkau jaringan perpipaan air bersih.

Untuk mencukupi kebutuhan air keseharian seperti memasak, mandi dan mencuci dengan membuat belik atau sumur kecil dekat genangan air di tengah sungai yang alirannya mulai mengecil. Kemudian air dari dalam belik itu dialirkan ke rumah menggunakan pompa air tenaga listrik. “Kebutuhan air tercukupi dari sumur kecil yang dibuat di sungai,” ujar Sugiyanto, warga Selo Barat RT 52/18, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap.

Menurutnya, air dari belik di tengah sungai menjadi andalan kebutuhan air bagi sebagian warga di sepanjang Sungai Selo. Terdapat sekitar 14 kepala keluarga (KK) mengambil air resapan dari sungai. Di musim kemarau tahun ini, ujarnya, warga tidak mengkhawatirkan kesulitan air. Kebutuhan keseharian akan tercukupi air dari belik. Genangan air di tengah sungai tidak pernah habis meskipun aliran dari hulu sungai mengering.

“Warga sudah biasa memanfaatkan air dari belik di sungai. Tidak kekurangan air meskipun di hulu sungai kering. Di kaki lereng bukit masih ada sumber air yang mengalir,” tuturnya.

Bagi sebagian warga tidak lagi memanfaatkan air resapan dari sungai karena sudah terjangkau jaringan perpipaan air bersih dari PDAM. Kemudian di antara warga di Selo Timur, mengambil air dari sumber air sendang. Lebih lanjut dijelaskan, air dari sumber air sendang di Selo Timur di musim kemarau hanya mencukupi kebutuhan untuk sekitar 9 KK. Namun untuk pengambilan harus bergiliran. (Ras)

BERITA REKOMENDASI