Ribuan Wisatawan Rebutan Gunungan Labuhan Samudra

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Wisatawan lokal dan turis asing antusias mengikuti prosesi Labuhan Samudra yang digelar Kelompok Pengelola Wisata Pantai Kadilangu Desa Jangkaran Kecamatan Temon. Terik matahari sangat menyengat tidak menyurutkan semangat mereka menyaksikan dan merebut dua gunungan terdiri gunungan lanang terdiri hasil bumi dan gunungan wadon berupa aneka buah-buahan dan sayuran produksi warga setempat.

Sebelum di larung di laut selatan, dua gunungan berikut beberapa uba rampe diantaranya aneka jenang, tumpeng dan jajan pasar serta beberapa unggas tersebut terlebih dahulu diarak mengelilingi Pedukuhan Pasir Kadilangu. Proses kirab diawali dengan bregada yang dilepas Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Drs Krissutanto.

“Labuhan samudra merupakan ungkapan rasa syukur kami atas rezeki dan kenikmatan yang diberikan Tuhan YME sekaligus hakekat menghilangkan keburukan selama satu tahun lalu,” kata Ketua Pengelola Objek Wisata (Obwis) Pantai Pasir Kadilangu, Suparyono, usai acara, Senin (15/05/2017).

Menyaksikan animo masyarakat pengunjung demikian tinggi, pihaknya berencana menggelar acara serupa rutin setiap tahun, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun pengelola, 15 Mei. "Tujuan lain kegiatan ini mempromosikan potensi obwis hutan mangrove yang kami kelola. Jadi labuhan samudra sebagai ajang promosi wisata hutan mangrove yang saat ini menjadi favorit kunjungan wisatawan," jelasnya.

Dijelaskan, selama setahun dalam upaya pengembangan obwis tersebut, warga telah menghabiskan dana hingga lebih dari Rp 1,1 miliar. Dana tersebut untuk mengembangkan beberapa spot foto dan jembatan bambu untuk mengitari kawasan mangrove. Belasan spot foto menarik dan banyak diburu wisatawan untuk selfie dan swafoto. Diantara fasilitas yang menjadi favorit wisatawan untuk mengabadikan keindahan dan kunjungan mereka adalah di menara Eifel dari bambu, lorong doraemon dan jembatan tempo dulu.

Setelah selesai mengelingi kampong, arak-arakan gunungan dan bregada dibawa menuju pantai. Selanjutnya uba rampe larungan samudra dilarung ke laut. Saat ini sebagian pengunjung berebut gunungan, setelah kembali ke daratan dihempas gelombang.

Sementara calon wakil bupati terpilih, Drs Sutedjo bangga dengan kiprah pengelola wisata Pasir Kadilangu. Tanpa bantuan pemerintah mereka mampu mengembangkan potensi wisata yang banyak diburu wisatawan. Bahkan program yang mereka kembangkan mampu memberdayakan masyarakat sekitar sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi warga. (Rul)

BERITA REKOMENDASI