RSUD Wates Bakal Diresmikan Presiden

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai pembangunan pengembangan RSUD Wates sudah cukup memadai. Sehingga perlu dipertimbangkan untuk diresmikan oleh presiden bersamaan dengan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Hanya saja untuk lift minta untuk dipertimbangkan, karena lift yang ada kurang lebar untuk memuat pasien dengan tempat tidur, keluarga, maupun perawat.

Demikian diungkapkan Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat meninjau pembangunan pengembangan RSUD Wates, Selasa (21/01/2020). Gubernur beserta rombongan tiba di RSUD Wates langsung melakukan penanaman pohon, dilanjut peninjauan ke beberapa ruangan.

"Kami tunggu laporannya dari bupati dan direktur rumah sakit. Memungkinkan tidak pada bulan April mendatang diresmikan oleh presiden bersamaan dengan peresmian bandara," tandas Sultan.

Pembangunan pengembangan RSUD Wates, disampaikan Bupati Kulonprogo Drs H Sutedjo, bermula dari ide solusi permasalahan keterbatasan tempat untuk pengembangan pelayanan rumah sakit dan berjubelnya tempat parkir yang mengganggu lalu lintas sehingga kurang safety dalam pelayanan publik.

"Terima kasih kepada Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X yang telah berkenan memberikan lahan eks tanah kas desa Wates seluas 4,2 hektar. Tahun 2015 dengan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rp 30 Miliar dibangun struktur gedung medik center 2 lantai dan gedung auditorium serta foodcourt, yang groundbreakingnya oleh Gubernur DIY yang berpesan ‘kudu dadi lho ya’ dan kami hanya bisa menjawab mohon doa restu," urai Sutedjo.

Pembiayaan pembangunan pengembangan RSUD Wates dari tahun 2015 sampai 2020 menyerap anggaran sebesar Rp 300.950.862.000 dengan prosentase BLUD RSUD Wates sebesar 12,62 persen, APBD Kabupaten 16 persen, dan APBD DIY 62,22 persen. "Untuk kelancaran operasional gedung baru dibutuhkan dukungan dana untuk alat kesehatan sebesar Rp 138,59 M dan dukungan regulasi berupa Rumah Sakit Rujukan Regional serta dukungan SDM Dokter sebagai rumah sakit realisasi kesehatan AHS di RSUD Wates. Kami berharap dukungan anggaran dari  Gubernur," tambah Sutedjo.

Terkait pembangunan pengembangan tersebut, dikatakan Direktur RSUD Wates dr Lies Indriyati SpA, tanggal 31 Januari gedung akan diserahkan ke RSUD Wates, sedangkan sekarang belum selesai karena ada tambahan pekerjaan. Februari saat Hari Bakti akan ada pemindahan pelayanan rumah sakit dari gedung lama ke gedung yang baru.

Harapannya akhir Februari sudah mulai pelayanan di gedung yang baru. Dari pelayanan tersebut terus disempurnakan sambil melangkah menuju April yang rencananya peresmian oleh presiden.

Untuk lift, diakui Lies Indriyati, memang terlalu sempit untuk membawa pasien dengan tempat tidur. "Kita akan evaluasi menambah lift baru lagi untuk pasien, yang lebih lebar. Sebab untuk mengubah yang sudah jadi, jelas tidak mungkin karena strukturnya memang seperti ini," katanya.  (Wid/Rul)

BERITA REKOMENDASI