Rumah Ibadah di Kulonprogo Dibuka Lagi, Tapi Dengan Syarat

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi, Selasa (09/06/2020), Bupati Kulonprogo menerbitkan Surat Edaran Nomor 450/1743 tentang Kegiatan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

“Dengan terbitnya Surat Edaran Bupati tersebut, pengurus atau pengelola rumah ibadah, baik itu masjid, mushala, gereja, pura, vihara, dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah keagamaan secara kolektif berjamaah, namun tetap harus menjalani protokol kesehatan dan memenuhi ketentuan yang berlaku,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo, H Ahmad Fauzi SH di ruang kerjanya, Selasa (09/06/2020).

Ahmad Fauzi menyambut baik terbitnya SE tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kulonprogo, Bupati dan jajarannya, yang bergerak cepat menanggapi desakan masyarakat yang merindukan untuk bisa memfungsikan kembali rumah ibadah yang selama ini tidak digunakan berjamaah oleh warga.

Rumah ibadah yang dapat dibuka kembali untuk kegiatan berjamaah adalah yang dalam kurun waktu dua minggu terakhir di wilayahnya sesuai jangkauan jamaah tidak ada kasus pasien dalam pengawasan (PDP) dan/atau kasus positif Covid-19. “Sebelum membuka kembali rumah ibadah untuk kegiatan berjamaah, pengurus harus membuat surat pernyataan kesanggupan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan dan menyampaikannya kepada Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat kalurahan.Terdapat 11 kewajiban pengurus dan 8 kewajiban masyarakat sebagai jamaah agar kegiatan rumah ibadah bisa berjalan dengan nyaman,” lanjut Fauzi.

BERITA REKOMENDASI