Saber Pungli Usut Dugaan Gratifikasi Oknum Perangkat Desa

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Kulonprogo menindaklanjuti kasus dugaan praktik pungli atau gratifikasi yang dilakukan oknum perangkat desa (perades) Glagah terhadap para warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang menerima kompensasi pembebasan lahan bandara. Kendati tidak ada laporan resmi dari para korban tapi petugas akan tetap mengusut kasus terebut.

Inspektur Daerah (Irda) Kulonprogo Riyadi Sunarto menjelaskan, pemberitaan di sejumlah media massa yang mencantumkan keterangan warga atas dugaan pungli sudah cukup sebagai dasar bagi Tim Saber Pungli untuk mengusut dugaan kasus tersebut. Kelompok Kerja (Pokja) Intelijen dan Pokja Penindakan sudah mulai bergerak mengumpulkan data.

Baca juga :

Pembangunan Landasan Pacu NYIA Capai 500 Meter

Bandara Baru Yogyakarta Mampu Tampung 20 Juta Turis

Pria yang akrab disapa Didik itu enggan mengungkapkan secara rinci progres pengusutan atas pertimbangan kehati-hatian dan kerahasiaan. “Tim Saber Pungli memang belum menerima laporan secara resmi dari warga tapi berita di media massa cukup untuk kami mengambil langkah,” jelasnya.

Didik tak ingin buru-buru menyimpulkan dugaan pungli yang mencuat saat warga terdampak pembangunan bandara tergabung dalam Paguyuban Warga Terdampak Bandara Pantai Selatan (Patra Pansel) menggelar aksi damai di Simpang Empat Desa Glagah, Senin (27/08/2018) lalu. Mengingat Irda tidak banyak terlibat dalam proses pembayaran ganti rugi pembebasan lahan NYIA, dan dilakukan langsung PT Angkasa Pura (AP) I serta warga terdampak pembangunan bandara.

Dalam proses pengusutan dugaan kasus praktik pungli di lingkungan Pemerintah Desa (Pemdes) Glagah, Irda akan tetap berpegang pada hasil penyelidikan Pokja Intelijen serta Pokja Penindakan. (Rul)

BERITA REKOMENDASI