Sambut Hari Jadi Kulonprogo Ke-70, Bupati Bersama Forkompimda Ziarah Makam Leluhur

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Bupati Kulonprogo Sutedjo dan Wabup Fajar Gegana ziarah ke makam para leluhur. Dimulai ke makam Sri Sultan Hamengku Buwono IX di Kompleks Makam Raja-raja Yogyakarta, Kecamatan Imogiri, Bantul. Kemudian dilanjutkan ke makam Adipati Pakualaman di Kompleks Astana Girigondo, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Senin (11/10).

Ritual tersebut dilakukan sebagai rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-70 Kabupaten Kulonprogo pada 15 Oktober mendatang. Ziarah makam merupakan tradisi tak terpisahkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo. Ritual dengan mengenakan busana Jawa diawali dengan tahlil dan doa bersama dipimpin juru kunci makam kemudian dilanjutkan tabur bunga.

“Ziarah kubur untuk mengingat jasa-jasa almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII dalam pembentukan Kabupaten Kulonprogo. Terbentuknya kabupaten ini karena jiwa besar keduanya,” kata Sutedjo.
Diungkapkan, Sri Sultan Hamengku Buwono IX memiliki wilayah kekuasaan bernama Kabupaten Kulonprogo, terdiri delapan kecamatan yaitu Lendah, Sentolo, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh dan Kalibawang, dengan ibukota Sentolo.

Sedangkan Paku Alam VIII memiliki wilayah bernama Kabupaten Adikarta terdiri empat kecamatan yaitu Temon, Wates, Panjatan dan Galur, dengan ibukota Wates. Kemudian, keduanya sepakat menggabungkan wilayah kekuasaan mereka dan membentuk satu kabupaten baru. Paku Alam VIII mengusulkan nama kabupaten gabungan tersebut dengan nama Kabupaten Kulonprogo dengan ibu kota Wates.

“Kabupaten Kulonprogo ibu kotanya harus di Wates, tidak boleh pindah dari Kota Wates. Kalau memindahkan ibu kota Kulonprogo dari Kota Wates, artinya membubarkan Kabupaten Kulonprogo menurut sejarah,” ungkapnya. (Rul)-

 

BERITA REKOMENDASI