Sampah Kiriman dari Bogowonto Penuhi Pantai Kulonprogo

Editor: Ivan Aditya

Sampah kiriman dari Sungai Progo memenuhi sepanjang Pantai Trisik, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur. Bermacam-macam sampah mulai dari rumpun batang tanaman bambu, ranting, dedaunan dan bekas bungkus makanan.

Sampah yang memenuhi daratan pantai, menyulitkan perahu para nelayan yang berangkat maupun kembali dari melaut. Untuk kelancaran perjalanan perahu, nelayan bersama pendorong perahu harus membersihkan sampah.

”Sebelum berangkat melaut, nelayan bersama pendorong harus membersihkan sampah di jalur pemberangkatan perahu,” ujar Suratin (66) salah seorang pendorong perahu nelayan di Pantai Congot.

Menurutnya, nelayan dan warga yang keseharian beraktivitas di Pantai Congot selalu membersihkan sampah. Volume sampah mencapai ratusan kubik. Sampah kiriman banjir sungai yang memenuhi pantai merupakan kejadian rutin terjadi setiap musim penghujan.

Ia mengatakan batang bambu dan kayu dikumpulkan warga dimanfaatkan menjadi kayu bakar. Bahkan, ada batang tanaman ikut terbawa banjir masih bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan. ”Setiap hari bambu yang terkumpul mencapai dua truk, dibawa pulang ke rumah untuk kayu bakar,” katanya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI