Samsat Kulonprogo Intensifkan Layanan ‘Sijebol’

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Untuk mempermudah proses pembayaran nagi wajib pajak, Samsat Kulonprogo mengintensifkan program yang diberi nama layanan Sistem Jemput Bola (Sijebol) di seluruh desa kabupaten ini. Petugas samsat akan mendatangi desa-desa agar para wajib pajak dapat melakukan pembayaran tanpa harus ke sampat induk. Dengan layanan ini diharapkan angka penunggak pajak makin berkurang sehingga perolehan dari pajak meningkat.

Kepala Samsat Kulonprogo, Bagiya Rakhmadi SH MM mengatakan Sijebol sebenarnya bukanlah program baru. Pada tahun 2018 silam program ini telah dilaksanakan dan hasilnya mampu menjaring banyak wajib pajak untuk membayar kewajibannya.

“Jadi lebih tepatnya kami intensifkan kembali. Sudah dimulai lagi sejak Juli 2019, per bulan hingga Desember nanti dimana setiap bulan memberikan pelayanan langsung ke enam Desa. Ini dilakukan karena masih banyaknya wajib pajak yang menunggak,” jelas Bagiya Rakhmadi, Senin (19/08/2019).

Bagiya Rakhmadi mengungkapkan masih ada 2.500 kendaran bermotor berpotesi membayar pajak pada tahun ini. Sedangkan data dari Januari hingga Juli 2019 tercatat sekitar 9.000 penunggak wajib pajak kendaraan bermotor. “Namun itu (9.000 penunggak wajib pajak) masih dipilah-pilah yang (kendaraannya) statusnya masih dimiliki, sudah dijual, rusak berat, ditarik dealer atau lainnya,” katanya.

Walau ada Sijebol, namun program ini tak bisa melayani pembayaran  pajak  limatahunan. Untuk pajak limatahunan, wajib pajak tetap harus membayarkannya di samsat induk. Namun bagi para wajib pajak kendaraan bermotor yang sudah terlanjur datang di tempat Sijebok akan diberikan kartu tanda pengurusan cek fisik sehingga tidak perlu antri lagi di samsat induk.

“Bahkan apabila kendaraan tidak bisa jalan, namun pemilik masih ingin melakukan kewajiban pembayaran pajak lima tahunan kami akan memfasilitasi untuk cek fisik. Petugas akan mendatangi tempat kendaraan berada,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI