Sarang Penyu di Tempat Konservasi Pantai Trisik Berkurang

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Permasalahan abrasi yang mengancam tempat konservasi penyu di Pantai Trisik Kapanewon Galur sudah dikomunikasikan dengan Paniradya Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Adapun tentang permohonan bantuan untuk perbaikan tempat konservasi penyu, pengelola diminta membuat proposal relokasi.

“Bantuan dimungkinkan melalui pendanaan Dana Keistimewaan. Kelompok Konservasi Penyu Abadi Pantai Trisik bisa membuat proposal. Karena Paniradya Keistimewaan DIY sudah memberi lampu hijau. Kami optimis relokasi bisa segera terlaksana,” kata Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo disela menghadiri Gerakan Sambang Kulonprogo (Sambanggo) di Pantai Trisik, Senin (30/08/2021).

Tempat relokasi ungkapnya nanti juga ditentukan oleh Kelompok Konservasi Penyu Abadi Pantai Trisik. “Termasuk permohonan izin jika relokasi konservasi penyu menggunakan Pakualaman Ground (PAG),” ujar bupati.

Sementara itu Ketua Kelompok Konservasi Penyu Abadi Pantai Trisik Jaka Samudera mengatakan, keberadaan bangunan konservasi penyu di Pantai Trisik terancam rusak akibat terjadi abrasi. Sehingga pihaknya berharap ada solusi dari Pemkab Kulonprogo maupun Pemda DIY.

“Kebutuhan relokasi cukup mendesak, karena bangunan konservasi penyu terancam kena. Kondisi abrasi sudah parah. Kami berharap relokasi bisa dilakukan sebelum terjadi kerusakan parah,” terangnya.

Saat ini juga terjadi penurunan sarang penyu di konservasi penyu Pantai Trisik. Dari 67 sarang penyu pada tahun lalu dan mampu menghasilkan sekitar 6.700 tukik, sekarang hanya tinggal 18 sarang dengan jumlah tukik sekitar 1.800 ekor. “Penurunan disebabkan cuaca terlalu dingin,” ungkapnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI