Sasaran Pembangunan Rusus Diperluas

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sasaran pembangunan rumah khusus (Rusus) di Pedukuhan Siwates, Desa Kaligintung, yang sedang berjalan diperluas. Dalam perkembangan tidak hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu terdampak Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Temon.

Informasi yang berhasil dihimpun hingga, Minggu (10/11/2019), terungkap warga tidak mampu terdampak pembangunan underpass bandara BIY, Jalan Jalur Lintas Selatan Selatan (JJLSS), jalur Kereta Api (KA) bandara dan terdampak pembangunan lain dengan adanya bandara. Pekerjaan pembangunan rusus sebanyak 50 unit di atas tanah magersari atau Paku Alam Ground oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diperkirakan baru selesai sekitar 80 persen.

Baca juga :

29 Warga Gunungkidul Bunuh Diri
1.059 Peserta BPJS Mandiri Dinonaktifkan

“Tidak hanya diperuntukkan warga terdampak bandara. Warga tidak mampu terdampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dapat menempati rusus yang dibangun Kementerian PUPR,” ujar Gusdi Hartono, Kepala Dinas PUPKP Kulonprogo.

Hal tersebut disampaikan ketika dikonfirmasi terkait nasib warga tidak mampu terdampak pembangunan jalur KA BIY. Kehadiran bandara berdampak pembangunan di sektor lain bersifat nasional guna mendukung keberadaannya.

“Pembangunan bandara berdampak cukup luas. Tidak dapat diartikan sederhana. Warga tidak mampu terdampak KSPN Borobudur, juga dapat menempati rusus,” jelasnya.

Suparno mengatakan warga tidak mampu terdampak pembangunan jalur KA bandara memiliki kesempatan sama dengan warga tidak mampu terdampak bandara. Kementerian PUPR mempersiapkan rusus 50 unit di Pedukuhan Siwates, Desa Kaligintung. Berdasarkan surat dari Desa Kaligintung dengan adanya pembangunan jalur KA bandara, katanya, menerima surat usulan sekitar 7 kepala keluarga (KK) dapat tinggal menempati rusus dan 5 KK minta direlokasi di tanah kas desa.

Menurutnya, Desa Glagah belum menyampaikan secara resmi mengusulkan 11 KK. Sesuai tujuan membangun rusus diperuntukkan warga tidak mampu terdampak pembangunan PSN.
“Pembangunan rusus baru selesai sekitar 80 persen. Sekarang sedang persiapan untuk validasi data yang sudah diusulkan oleh desa,” ujar Suparno. (Ras)

BERITA REKOMENDASI