Satu Keluarga Mendarat Pertama di YIA, Wahyu Tak Ingin Kehilangan Momentum

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Rasa berdebar menghinggapi perasaan Wahyu Wijanarko (35), pria asli Kulonprogo yang dengan sengaja ingin merasakan momen mendarat pertama kali bersama keluarganya di Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport /YIA) dengan Citilink Flight QC 132 dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Senin (6/5/2019).

Betapa tidak, sebab perjalanannya dari Jakarta menuju Yogyakarta boleh dikata mendarat di bandara baru yang belum secara resmi diresmikan. Namun begitu mendarat, dirinya bersama istri dan tiga anaknya merasa plong.

"Saya bisa merasakan bedanya, ternyata mendarat di bandara Yogyakarta yang baru ini beda dengan mendarat di bandara lama. Hampir tidak terasa saat ban menapak ke landasan. Serasa mulus dan minim guncangan. Saya merasa bersyukur bisa merasakan menjadi penumpang pertama yang mendarat di bandara yang ada di tempat kelahiran saya ini, Kulonprogo Yogyakarta," ungkap Wahyu Wijanarko yang kini menetap di Sendangdadi, Mlati Sleman DI Yogyakarta, usai keluar dari pintu kedatangan kepada KRJOGJA.com.

Wahyu sengaja menyempatkan diri pesan tiket dari Jakarta ke Yogyakarta pada pendaratan perdana Citilink ke Bandara Internasional Yogyakarta. Berangkat bersama istrinya, Delima Erchel Pospita dan ketiga anaknya masing-masing Akio Putra Denwa, Alessio Sam Yuma dan Zea Romauli Yuma.

Pada Minggu (5/5/2019) malam dirinya berangkat ke Jakarta dengan kereta api, lalu sesampai ke Jakarta langsung menuju Halim Perdana Kusuma untuk boarding pukul 11.00 WIB, terbang 11.40 WIB dan tiba di YIA sekitar pukul 12.50 WIB.

"Saya sengaja memanfaatkan momentum ini karena rasa bangga saya sebagai putra Kulonprogo yang memiliki Bandara Internasional. Karena itu saya selalu mencari informasi adanya pesawat yang akan mendarat perdana di YIA. Kebetulan ada dari Halim Perdana Kusuma, maka saya bergegas memesannya dan dapat lima tiket," papar Wahyu.

Dijelaskan, dirinya mendapat kesempatan pertama memasuki pesawat Citilink dari Halim Perdana Kusuma dan keluar menuruni tangga pertama menapak landasan YIA.

Kisah warga masyarakat yang ingin memaknai momentum pendaratan perdana ke YIA ini pun didengar oleh Ketua Umum Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) Paulus Pangka SH. LEPRID memberikan apresiasi berupa medali dan piagam penghargaan Leprid atas sikap dan partisipasi warga Kulonprogo memaknai keberadaan bandara baru tersebut.

"Kami catat sebagai rekor Keluarga Indonesia Pertama yang melakukan Pendaratan Perdana dengan Penerbangan Berjadwal Komersil di Yogyakarta International Airport. Semoga ini akan menginspirasi warga masyarakat Indonesia lainnya untuk senantiasa peka memaknai pembangunan sarana dan prasarana wilayahnya. Apa yang dilakukan saudara Wahyu Wijanarko ini adalah bentuk kecintaan dan kebahagiaan atas kemajuan tanah kelahirannya. Dengan membawa terbang keluarganya, maka beliau juga ikut mengajarkan kepada keluarganya bagaimana memaknai dan merasakan dampak pembangunan di tanah kelahirannya," ungkap Paulus Pangka.

Wahyu Wijanarko melalui wartawan menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah yang telah membangun bandara di kampung halamannya, Kulonprogo. Meski sekarang dirinya menjadi warga Sleman, namun tetap merasakan manfaatnya bandara tersebut bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya. "Kami berharap dengan adanya bandara internasional ini, akan bertambah flight atau penerbangan tidak hanya domestik saja, namun juga penerbangan internasional yang dilayani pesawat berbadan lebar. Sehingga untuk ke luar negeri kami bisa terbang dari bandara Kulonprogo ini," harap Wahyu Wijanarko.

Wahyu tercatat di LEPRID dalam urutan rekol ke 489 dengan kriteria 'Yang Pertama'. "Rekor ini kami berikan sebagi bentuk penghargaan atas sikap warga negara Indonesia yang memaknai hasil pembangunan di wilayahnya. Tujuannnya akar sikap positif ini mampu menginspirasi masyarakat untuk menghargai hasil pembangunan dan ikut membesarkannya," tambah Paulus Pangka SH. (Cha/Rul) 

BERITA REKOMENDASI