Sebagian Kalurahan Tidak Mampu Operasionalkan Shelter Karantina

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kulonprogo mengajak para relawan kapanewon dan kalurahan mengintensifkan pencegahan penularan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Kepala Dinsos P3 Asekaligus Koordinator Bidang Sosial Kemasyarakatan Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Y Iriyanto mengungkapkan bersamaan kasus Covid19 terus bertambah, banyak menerima masukan dari para relawan tingkat kapanewon dan kalurahan. Sebagian besar kalurahan tidak mampu mengoperasionalkan shelter karantina.

Untuk mencegah penyebaran virus Korona, baik pendatang atau warga dari daerah zona merah diarahkan melakukan isolasi mandiri. ”Sudah banyak masukan dari kapanewon dan kalurahan. Masukan tersebut akan segera disampaikan dalam rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Kabupaten,” ujar Y Iriyanto.

Selain warga disiplin mentaati protokol kesehatan, jelasnya mengisolasi pendatang atau warga dari daerah zona merah di shelter karantina yang disiapkan kalurahan menjadi salah satu upaya mencegah penularan virus Korona. Pemerintahan kalurahan se-Kulonprogo menyiapkan shelter karantina sekitar 347 unit dengan kapasitas mampu menampung sekitar 2.008 orang. Warga yang menjalani isolasi hingga terakhir hanya sekitar 6 orang di Kapanewon Lendah dan Pengasih.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial, Dinsos P3A Kulonprogo, Heppy Eko Nugroho menjelaskan dengan segala keterbatasan mengajak relawan kapanewon dan kalurahan tetap mengedukasi warga mencegah penularan virus Korona. Warga dalam beraktivitas keseharian agar mentaati protokol kesehatan. Jika terpaksa harus menjalani isolasi secara mandiri, selama menjalani isolasi tidak kontak langsung dengan orang lain. (Ras)

BERITA REKOMENDASI