Segel Penutupan Usaha Karaoke Dirusak, Masuk Pidana

WATES,KRJOGJA.com – Siapapun yang merusak segel penutupan usaha karaoke sudah masuk ranah pidana. Dinas Pariwisata agar segera menindaklanjuti terhadap perusakan segel penutupan karaoke tersebut. Menyusul dalam patroli terpadu, tim mendapati segel penutupan usaha diduga telah dirusak dengan cara dikelupas secara paksa.

"Kalau sudah dirusak segelnya sekalian saja urusannya ke pidana. Karaoke yang  sudah termasuk daftar penerima SK Tutup Usahanya dan ada segelnya maka harus mentaati aturan yang ada. Bila tetap ngeyel dan apalagi sampai merusak segel maka Dinas Pariwisata harus segera bergerak melaporkan terkait itu," tandas Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K), Senin (05/06/2017).

Seperti diketahui beberapa kali dalam patroli terpadu terhadap penyakit masyarakat dan usaha pariwisata karaoke dalam bulan Ramadan ini, mendapati ada karaoke yang sudah masuk dalam penerima SK Tutup Usaha ternyata masih buka. Didapati pula segel penutupan usaha telah dirusak dengan cara dikelupas secara paksa. Selain itu muncul pula karaoke baru yang belum berizin atau ilegal.

Dijelaskan  Plt Kepala sekaligus Sekretaris Satpol PP Kulonprogo Drs Duana Supriyanta MM, petugas ada yang bisa masuk ke dalam karaoke, namun adapula yang tidak masuk karena terkendala pagar yang tinggi. "Hingga saat ini sudah tiga karaoke yang kami sita peralatannya. Ladies Companion (LC) atau pemandu lagu dilakukan pembinaan dan pendataan. Sedangkan terhadap tiga karaoke yang sudah kami sita alat-alatnya tetap dilakukan terus pengawasan," katanya sambil menambahkan, bahwa Tim Terpadu, terus melakukan patroli untuk penegakan Perda No 6 Tahun 2015 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata maupun Perda No. 4 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo Drs Krissutanto menyatakan perusakan terhadap segel penutupan usaha karaoke akan dikoordinasikan antara Dispar, Satpol PP dan Pemkab atau Bagian Hukum. "Kami akan koordinasi dulu," ujarnya.(Wid)

 

BERITA REKOMENDASI