Selama PPKM Darurat, Kawasan Alwa Ditutup

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo menegaskan, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku tanggal 3 – 20 Juli 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo tidak bisa membuka kawasan Alun-alun Wates untuk kegiatan masyarakat termasuk untuk berjualan.

“Pemkab tetap tidak bisa mengabulkan permintaan Pengurus dan anggota Perkumpulan Kuliner Alun-alun Wates (Paku Alwa) agar kawasan publik tersebut dibuka kembali,” tegas Bupati Sutedjo, Selasa (13/7).
Pernyataan tersebut disampaikan bupati menanggapi permintaan perwakilan Paku Alwa saat audiensi di Ruang Menoreh Kantor Bupati Kulonprogo.

Kendati tidak bisa memenuhi permintaan Paku Alwa, tapi pemkab ungkapnya akan mengupayakan agar ada kompensasi bagi para pedagang yang terdampak kebijakan PPKM Darurat.

Lebih lanjut Bupati Sutedjo mengungkapkan, kebijakan PPKM Darurat sudah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 15/2021 dan Instruksi Gubernur DIY nomor 16/2021 serta ditindaklanjuti dengan Instruksi Bupati (Inbup) Kulon Progo nomor 17/2021.

“Penutupan Alwa selama PPKM Darurat hingga 20 Juli mendatang karena kawasan tersebut termasuk area publik,” jelasnya.

Pemkab ungkap bupati, tidak melarang pedagang berjualan hanya saja memang mereka tidak boleh terpusat di satu titik. “Terus terang selama PPKM Darurat kami tidak bisa membuka Alwa kembali, mohon pengertiannya,” harap Sutedjo.

BERITA REKOMENDASI