Seminggu Jelang Lebaran, Jalur Selatan Sepi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sepekan menjelang Idul Fitri 1441 H/2020 di Kulonprogo berbeda dengan suasana menjelang Idul Fitri tahuntahun sebelumnya. Di tengah pandemi wabah Covid-19 tidak nampak ada peningkatan aktivitas khusus masyarakat mempersiapkan hari Lebaran.

Dari pemantauan ke sejumlah pasar rakyat di Kulonprogo, Minggu (17/05/2020), pendatang telah menyiapkan segala keperluan dan aneka makanan untuk suguhan Lebaran. Meskipun begiu tidak terlihat peningkatan kunjungan masyarakat berbelanja di pasar.

”Idul Fitri tinggal sekitar seminggu lagi. Pasar masih sepi seperti hari-hari biasa. Mungkin masyarakat takut keluar rumah. Di mana-mana banyak penularan virus Korona,” ujar Kamsiyah, pedagang kue Lebaran di Pasar Wates.

Suasana sepi juga nampak di jalan nasional jalur selatan Kulonprogo yang menjadi jalur mudik-balik Lebaran. Sepanjang jalan didominasi kendaraan pribadi berplat nomor polisi lokal dan kendaraan angkutan barang. Tidak terlihat transportasi angkutan umum seperti bus AKAP reguler, bus pariwisata maupun bus carteran membawa pemudik untuk berlebaran di kampung halaman.

Berdasarkan data di Terminal Wates, kedatangan maupun keberangkatan penumpang 0 (nol) orang. Hanya tercatat terdapat satu penumpang, Sabtu (16/05/2020) berangkat dari Wates dengan tujuan Cijantung, DKI Jakarta. Jadwal keberangkatan tertunda sehari karena belum melengkapi persyaratan administrasi pencegahan Covid-19.

”Sejak melayani penjualan tiket sejak Sabtu (09/05/2020) lalu, baru ada satu penumpang berangkat dari Terminal Wates. Ada persyaratan administrasi untuk bisa naik bus,” ujar Dedi Setiawan, petugas agen penjualan tiket di Terminal Wates.

Menurutnya, calon penumpang harus tercatat dengan melampirkan fotokopi identitas kependudukan, surat keterangan sehat dan surat keterangan dari instansi pemerintahan atau perusahaan. Kemudian menandatangani surat pernyataan kepergiannya benarbenar dalam keadaan sehat.

”Tim Satgas Covid-19 Terminal akan memperiksa dan memverifikasi persyaratan, termasuk mengecek kesehatan calon penumpang,” tuturnya.

Petugas Retribusi Terminal Wates, Ahmad Yani menjelaskan bus reguler maupun jarak jauh belum ada yang masuk di terminal. Sebelum wabah Covid19, terdapat sekitar 50 angkutan umum yang meliputi bus AKAP, AKDP dan Angkudes masuk di Terminal Wates.

”Menjelang Idul Fitri belum ada bus masuk terminal menurunkan atau menaikkan penumpang. Bus AKAP Purwokerto ñ Solo tidak ada yang jalan,” tutur Ahmad Yani. (Ras)

BERITA REKOMENDASI