Seniman Tiga Kabupaten Lengkapi Atraksi Budaya Zona Otorita Borobudur di YIA

Editor: Ary B Prass

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo Joko Mursito SSn MA mengungkapkan, kehadiran tari Gelang Projo berkat kerjasama lintas sektoral tiga kabupaten. Masing-masing dispar menunjuk seniman tari pilihan dari setiap daerah untuk mengkreasikan seni tari baru tersebut.
“Tarian Gelang Projo merupakan perpaduan tiga unsur budaya di wilayah perbatasan Kulonprogo, Magelang dan Purworejo. Gerak musiknya mengambil Tari Soreng asal Magelang, kemudian Tari Lengger Tapeng dari Kulonprogo dan Tari Ndolalak dari Purworejo,” tutur Joko.
Diungkapkan, spirit dari tiga tarian tersebut menjadi dasar terciptanya Tarian Gelang Projo. Ketiga tarian dikemas sedemikian rupa menjadi tarian baru tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur tari yang sudah ada.
“Tarian ini akulturasi dan interaksi budaya. Artinya bisa saling mempengaruhi, tak ada yang egois, karena benar-benar harus mempresentasikan tiga tari khas kabupaten perbatasan,” jelasnya.
Disinggung waktu pembuatan Tari Gelang Projo, Joko mengatakan, proses sekitar dua bulan.
“Efektif waktunya dua bulan, kita harap karya ini jadi karya yang spektakuler dan monumental, sehingga tahapannya panjang. Kita awali dengan koordinasi, karena kita sepakat ini adalah karya kolektif maka kita perbanyak sarasehan dan diskusi. Setelah itu baru dituangkan dalam gerakan,” jelasnya.
Tari Gelang Projo akan dipentaskan dalam setiap penyambutan wisatawan di destinasi wisata yang ada di tiga kabupaten tersebut termasuk dalam kegiatan pemerintahan, seperti memperingati hari jadi masing-masing kabupaten. (Rul)

BERITA REKOMENDASI