Sepuluh Kalurahan Ditargetkan Tangguh Bencana

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo menargetkan sebanyak 10 kalurahan dinyatakan menjadi Kalurahan Tangguh Bencana Alam dan 5 lembaga pendidikan menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di tahun 2020. Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo, Heppy Eko Nugroho, mengatakan pada 2020 ini BPBD Kulonprogo menargetkan membentuk 6 kalurahan dan BPBD DIY membentuk 4 kalurahan tangguh bencana. Menurutnya, meliputi Kalurahan Kranggan, Sogan, Plumbon, Palihan, Kedungsari, Margosari, Temon Wetan, Temon Kulon, Kebonharjo dan Kalurahan Kedundang.

“Sebagai persiapan akan segera mengadakan pertemuan dengan kalurahan bersangkutan,” ujar Heppy Eko Nugroho.

Baca juga :

Virus Korona, Bandara Adisutjipto Dirikan 'Crisis Center'
Produksi Tanaman Pangan Hampir Capai Target

Menurutnya lima lembaga pendidikan di daerah rawan bencana alam ditargetkan juga terbentuk SPAB. Meliputi SMA Bopkri Samigaluh, SMAN 1 Nanggulan, SMKN 2 Pengasih, SMAN 1 Wates dan SMAN 1 Lendah. Pembentukan Kalurahan Tangguh Bencana dan SPAB merupakan di daerah rawan bencana tanah longsor dan banjir.

Melalui pembentukan tersebut diharapkan, dalam kondisi darurat mampu melakukan penanganan secara mandiri. Dikatakan, di wilayah Kulonprogo terdapat tidak kurang 75 kalurahan rawan bencana alam. Hingga akhir 2019 telah terbentuk 47 kalurahan tangguh bencana. Sesuai rencana pembangunan jangka menengah ditargetkan di semua kalurahan dinyatakan tangguh bencana. (Ras)

BERITA REKOMENDASI