Sepuluh Karaoke di Kulonprogo Ditutup

KULONPROGO (KRjogja.com) – Sebanyak sepuluh karaoke di wilayah Kecamatan Wates dan Temon ditutup oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kulonprogo. Namun pasca penutupan secara administrasi dengan adanya Surat Keputusan (SK) Disparpora, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulonprogo, tetap akan melakukan monitorinh.

Empat SK penutupan yang diserahkan Kamis (15/9/2016) dan diterima pemiliknya, yakni Dewata dan Caesar Karaoke di Mlangsen Palihan Temon, Rumah Laut Karaoke di Macanan Glagah, Temon, dan Kings Karaoke di Karangwuni Wates. Penutupan berlangsung lancar tanpa ada perlawanan dari pemilik maupun personil yang diserahi untuk menjaga karaoke tersebut.

"Sementara Selasa (20/9/2016) SK penutupan diberikan dan diterima 3 pemiliknya, yaitu karaoke milik Gutomo, Mutiara Karaoke, dan Lotus Karaoke. Untuk 3 karaoke lainnya yaitu Sederhana Karaoke di Glagah, Mahkota di Triharjo, dan karaoke milik Agus Sucipto belum ketemu pemiliknya, tapi SK penutupan sudah ada. Sedang 1 karaoke lainnya karena terjadi alih pemilik maka akan dibuatkan surat edaran (SE) dulu," kata Sekretaris Disparpora Kulonprogo, Rohedy Goenoeng Poerwohandoko SSos, Selasa (20/9/2016).

Goenoeng menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan tugas dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata. Di Perda disebutkan, terdapat dua kawasan yang diperbolehkan untuk usaha karaoke, yaitu perkotaan Wates dan pariwisata Glagah. Di perkotaan Wates adalah di titik nol atau Monumen Nyi Ageng Serang diameter 2 kilometer dan 500 meter dari tempat ibadah, pusat pendidikan, maupun perkantoran.  

Kasat Pol PP Drs Duana Heru Supriyanto MSi menambahkan, penutupan sebagai tindaklanjut dari Surat Peringatan 1, 2, dan 3 dari Disparpora Kulonprogo terhadap seluruh pengusaha pariwisata subjenis karaoke yang tidak berizin untuk menutup usahanya. Secara legal formal, penutupan sudah sah dengan diterbitkannya SK Kepala Dinas Parpora tentang Penutupan Usaha Karaoke. "Selanjutnya setelah ditutup, kami akan tetap melakukan monitoring secara terpadu," kata Duana. (Wid)

BERITA REKOMENDASI