Serangan Hama Pengaruhi Produksi Kakao

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo optimis hama penyakit helopeltis dan penggerek buah yang banyak menyerang pada tanaman perkebunan kakao di wilayah masih bisa dikendalikan oleh petani. Serangan hama penyakit berdampak pada produksi panenan kakao di Kulonprogo.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas PP Kulonprogo Widi Astuti dan Kepala Seksi Produksi, Cahyadi Yuwono mengungkapkan, pihaknya hendak mengintensifkan pemberian pembinaan kepada petani kakao agar melakukan pengendalian menggunakan sistem kultur. Para petani telah mengikuti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), sehingga mengetahui cara pengendaliannya.

”Para petani juga rutin, mengadakan pertemuan kelompok. Dalam pertemuan tersebut, termasuk membahas upaya pengendalian hama yang menyerang tanaman kakao,” ujar Widi Astuti.

Cahyadi Yuwono menjelaskan petani bisa mengendalikan serangan hama helopeltis dan penggerek buah kakao dengan cara pemangkasan, pemberian pupuk seimbang dan sanitasi. Baik buah maupun bagian ranting tanaman yang terkena hama harus dimusnahkan dengan penguburan.

”Pengendalian menggunakan cara sistem kultur. Pada saat pemanenan, buah yang terkena penyakit juga harus dipanen dengan dikubur. Sebenarnya sebagian besar petani kakao sudah mengetahui cara pengendaliannya,” ujar Cahyadi Yuwono.

Sejak ada serangan hama kedua penyakit tersebut, berdampak terjadi penurunan produksi panenan kakao di Kulonprogo. Namun pihaknya menolak menyebutkan penurunan produksi akibat adanya serangan hama penyakit.

Luas areal perkebunan tanaman kakao milik petani di Kulonprogo seluas 2.332 hektare (ha) dengan jumlah tanaman mencapai 2,3 juta batang. ”Produksi panenan kakao di 2018 hanya mencapai 13.512 kuintal,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan, jika kondisi tanaman kakao baik, dari luas perkebunan 2.332 ha, dalam satu tahun bisa menghasilkan kakao kering sekitar 2.332 ton. ”Setiap batang tanaman produktif, dalam satu tahun bisa menghasilkan kakao kering sekitar 1 kg,” tambahnya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI