SMAN 1 Wates Bertekad Menuju Sekolah Riset, Teknologi dan Adiwiyata

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJOGJA. com– SMAN 1 Wates bertekad menjadi sekolah riset, teknologi dan Adiwiyata tahun pelajaran 2021/2022. Sebagai sekolah riset dan teknologi, SMAN 1 Wates akan melakukan penelitian dan inovasi-inovasi di berbagai bidang termasuk salah satu diantaranya lingkungan hidup.
“Inovasi yang akan segera dikembangkan diantaranya  energi tenaga surya. Inovasi ini akan dilaksanakan dengan merangkul Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),” kata Kepala SMAN 1 Wates, R Aris Suwasana SPd MSi ketika dikonfirmasi Kamis (24/06/2021).
Sebelumnya, SMAN 1 Wates menerima Tim Verifikasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Rabu (23/6/2021). Tahun 2021, SMAN 1 Wates dipercaya mengikuti calon sekolah Adiwiyata tingkat DIY. Tim terdiri dari Ir Kuncara HP MMA, Dra Lilik Tri Utami, Anita Isdarmini SPd MHum, Drs Jito, Dijah Inprijati, dan Peni Yulianto ST.
Dijelaskan Aris Suwasana, sebagai calon Sekolah Adiwiyata, SMAN 1 Wates telah  mendorong siswa-siswi melaksanakan berbagai kegiatan. Diantaranya,  memelihara lingkungan hidup sekolah agar menjadi asri, menanam pegagan, mengolah limbah kertas menjadi barang pot dan barang kerajinan, mengolah limbah minyak jelantah menjadi solar, mengolah daun pegagan menjadi makanan dan minuman yang direncanakan akan dipasarkan secara regional, nasional maupun internasional.
Selain itu, juga memanfaatkan bekas air wudhu untuk memelihara ikan. Sedang limbah air kolam ikan digunakan untuk menyirami tanaman di lingkungan sekolah. “Siswa juga telah membuat mesin pencacah rumput atau limbah organik untuk pembuatan kompos bagi tanaman di sekolah,” jelas Aris.
Aris Suwasana menandaskan untuk mewujudkan SMAN 1 Wates menjadi Sekolah Adiwiyata memang mengandung berbagai konsekuensi. Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang bisa menumbuhkan kebiasaan siswa-siswi untuk memelihara lingkungan hidup di sekitar sekolah. Sehingga guru-guru dituntut untuk membimbing siswa-siswi di luar mata pelajaran secara konsisten.
“Mengubah perilaku untuk melestarikan lingkungan hidup ini tidak mudah dilaksanakan. Sehingga sekolah perlu menciptakan pembiasaan bagi siswa-siswi,” katanya.
Sebagai Sekolah Adiwiyata, lanjut Aris Suwasana, dapat menciptakan penghematan dana, listrik, air, dan lain-lain. Sebab limbah yang dihasilkan sekolah didaur ulang dijadikan sebagai kerajinan yang memiliki nilai seni.
“Limbah kertas dari sekolah didaur ulang memakai pencacah kertas yang dibuat dari mesin cuci bekas untuk dijadikan bubur kertas. Selanjutnya, bubur kertas tersebut dibuat berbagai kerajinan seperti pot, asbak, dan lain-lain,” urai Aris.
Selain itu, siswa SMAN 1 Wates berhasil pula menciptakan makanan yang terbuat dari daun pegagan. Makanan kecil ini diberi nama Cecoo Healty Cookies. Selain daun pegagan kering, Cecoo Healty Cookies ini berbahan baku tepung singkong bebas gluten, cocoo butter, dan gula semut yang rendah glukosa.
“Cecoo memakai bahan cookies berasal dari lokal Kulonprogo. Gula semut dari Kokap, daun pegagan dari Kalibawang dan Samigaluh. Saat ini Cecoo Cookies hadir dengan empat varian rasa yaitu original, chocolate, peanut butter, dan green tea. Cecoo ini menjadi juara 1 tingkat DIY dan juara 3 tingkat nasional,” jelas Aris Suwasana.
Sedang Kepala Balai Pendidikan Menengah Kulonprogo, Rudy Prakanto SPd MEng mengapresiasi upaya SMAN 1 Wates  mewujudkan Sekolah Adiwiyata. Upaya itu membutuh motto yaitu Penuhi Energi dan Cinta (PECI). “Sekolah Adiwiyata itu bukan lomba. Tetapi upaya sekolah menumbuhkan siswa agar peduli terhadap lingkungan hidup,” kata Rudy.
Sementara Tim Verifikasi Sekolah Adiwiyata yang dipimpin  Lilik Tri Utami secara mendetail berupaya melihat kegiatan yang dilakukan siswa-siswi SMAN 1 Wates. Tim Verifikasi meminta siswa-siswi untuk mempraktekkan inovasi yang telah mereka laksanakan.
“Kegiatan Adiwiyata diharapkan benar-benar bisa merubah perilaku siswa-siswi untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan bagi warga sekolah. Sehingga bisa tercipta lingkungan sekolah yang nyaman dan asri,” tandas Lilik Tri Utami. (Wid)

BERITA REKOMENDASI