SMK Ma’arif 2 Temon Sabet Medali Perak WSEEC 2021

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Peserta didik SMK Ma’arif 2 Temon kembali membanggakan nama sekolah dengan meraih medali perak pada World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2021. WSEEC 2021 merupakan kompetisi tahunan berskala internasional yang diselenggarakan IYSA dan Sekolah Ilmu Lingkungan bekerja sama dengan Malaysia Innovation, Invention, and Creativity Association (MIICA), Alpha Science Educational Project Turkey, Department of Food Science and Technology IPB, Actuatial Science Department ITS dan LPPM Universitas Negeri Medan. Tahun ini kompetisi diadakan 17-21Juni 2021 secara online menggunakan aplikasi zoom meeting berpusat di Jakarta, Indonesia.

“Pada kompetisi ini, SMK Ma’arif 2 Temon mengirimkan perwakilannya yang terdiri dari lima peserta didik Restu Agung (kelas XI TKRO), Muchamad Devan (kelas XI TKRO), Novalia Ramadhani (kelas X TBSM 2), Zuly Prasetyo (Kelas X TKJ) dan Muhammad Syafi’udin (kelas X TKRO) dengan dibimbing dua orang guru pembimbing Erma Lailyfiah SPd dan Nuri Solekhah Khasanah SPd. Kami apresiasi atas pencapaian ini,” ungkap Kepala Sekolah SMK Ma’arif 2 Temon, Sulardi SPdT, Rabu (23/06/2021).

Kompetisi sains internasional ini diikuti oleh 288 tim dari 21 negara. Terdapat tujuh kategori perlombaan yaitu Mathematics, Energy and Engineering, Environment, Physic, Life Science, Techonology, Social Science. SMK Ma’arif 2 Temon berhasil meraih medali perak dalam kategori Environment Secondary dengan judul penelitian Waste Management Efforts on the Coast of Congot Beach Kulonprogo, Yogyakarta Special Region (Upaya Penanggulangan Sampah di Pesisir Pantai Congot Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta).

Sulardi menuturkan, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik sampah di pesisir Pantai Congot serta penanggulangannya. Pantai Congot dipilih sebagai objek penelitian karena letaknya yang strategis—dekat dengan Bandara Yogyakarta International Airport—sehingga berpotensi menjadi salah satu sektor pariwisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Hasil dari penelitian ini kemudian dipresentasikan di depan juri melalui zoom meeting pada tanggal 18 Juni 2021.

BERITA REKOMENDASI