Soal Dugaan Pelecehan Santriwati Ponpes di Sentolo, Penyidik Periksa Tujuh Saksi

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Yohanes Irianta menegaskan, pihaknya memberikan pendampingan terhadap santriwati berinisial AS (15) yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oknum pengasuh pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kapanewon Sentolo Kabupaten Kulonprogo.

Menurutnya, langkah tersebut ditempuh karena korban mengalami trauma pascatindakan tidak senonoh yang dilakukan oknum kiai tersebut terhadap anak di bawah umur. Dinsos P3A Kulonprogo mengirim pekerja sosial dari seksi rehabilitasi sosial (rehabsos) dan psikologis dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) saat proses berita acara pemeriksaan (BAP) di Mapolres Kulonprogo hingga Selasa (28/12/2021) malam.

“Kedua pekerja sosial tersebut terus mendampingi korban saat proses pemeriksaan polisi berlangsung. Mereka menjelaskan pertanyaan dari penyidik jika korban kurang jelas dengan pertanyaan yang diberikan,” kata Yohanes, Rabu (29/12/2021).

Ditegaskan pendampingan tersebut untuk memberikan dukungan dan rasa aman terhadap korban. Sehingga kondisi korban tidak merasa tertekan. Selain itu melakukan ‘assessment’ terhadap kedua orangtua korban.

BERITA REKOMENDASI