Soal Penarikan Retribusi Hutan Mangrove, Ini Penjelasan Petugas

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO (KRjogja.com) – Tokoh masyarakat Pasir Kadilangu, Suyadi (60), angkat bicara soal penarikan retribusi di kawasan wisata hutan mangrove di Kecamatan Temon Kulonprogo. Pihaknya menarik retribusi karena telah memberikan fasilitas berupa lokasi parkir, jalan wisatawan di sela hutan mangrove serta berbagai fasilitas wisata lainnya. Menurut Suyadi, retribusi di lokasi hutan mangrove, tidak ada hubungannya dengan penarikan retribusi di Jogoboyo, jalan masuk kawasan hutan mangrove yang merupakan bagian wilayah Purworejo.

"Pungutan di sana itu urusan mereka," ujarnya, Senin (22/8/2016).

Menurut Suyadi, sejauh ini masyarakat telah membangun tempat parkir, jalan jembatan keliling hutan mangrove serta fasilitas wisata lainnya secara swadaya. Masing-masing KK menyumbangkan Rp 1,2 juta untuk membeli material pembangunan, serta mengerjakannya secara gotong-royong. "Karena itulah, warga yang tergabung dalam Pokdarwis Pantai Mangrove Pasir Kadilangu menerapkan retribusinya. Untuk parkir motor Rp 2000, mobil Rp 5000, serta biaya masuk Rp 3000 per orang," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, petugas jaga di jalan masuk hutan mangrove wilayah Jogobaya, Musbandi menjelaskan, dana yang ditarik dari wisatawan akan digunakan untuk perbaikan jalan. Penarikan tersebut, didasarkan pada Perdes.

Sementara Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati berpendapat, konflik di perbatasan ini membutuhkan penyelesaian segera. Ia berpendapat, sebaiknya pemerintah DIY atau Kulonprogo membeli jalan tersebut, mengingat sebagian besar yang menggunakan adalah warga Kulonprogo. (Unt)

BERITA REKOMENDASI