Status ‘Magersari’ Tak Boleh Dijualbelikan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Warga penghuni rumah khusus (Rusus) Terdampak Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Pedukuhan Siwates Kalurahan Kaligintung, Temon diwanti-wanti memanfaatkan rumah tersebut sebagai tempat tinggal sekaligus merawatnya. Mengingat status rusus magersari dari Pura Pakualaman maka pemiliknya tidak boleh mengalihkan ke orang lain atau menjual rumah tersebut. Kalau penghuninya sudah tidak mau menempati lagi wajib dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk dialihkan ke warga yang membutuhkan.

“Kami sudah menerima kunci dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan sudah saya teruskan ke perwakilan warga penghuni rusus, Eko Yulianto. Dari 53 unit rusus belum semuanya berpenghuni, ada 13 unit lagi masih kosong. Permohonan warga yang ingin menempati Rusus saat ini sedang diproses Dinas PUPKP, memenuhi syarat atau tidak jadi penghuni rusus,” tegas Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo usai menerima secara simbolis kunci Rusus Terdampak Pembangunan BIY dari Kepala BP2P Jawa III, Moch Mulya Permana MT di Kompleks Rusus, Kaligintung, Selasa (06/10/2020).

Dengan berdiri dan dihuninya Rusus, Bupati Sutedjo menyampaikan terima kasih khusus kepada pihak Pura Pakualaman yang telah berkenan meminjamkan Paku Alam Ground (PAG) atau lahan pakualaman dengan status magersari bagi warga terdampak pembangunan BIY. Kebijakan Pura Pakualaman tersebut merupakan sumbangsihnya bagi kemajuan pembangunan nasional.

“Kami juga berterima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah menyetujui usulan Pemkab Kulonprogo untuk membangunkan Rusus,” ungkapnya menambahkan pembangunan Rusus di Kaligintung merupakan tahap kedua. Sebelumnya rusus yang juga dibangun di atas PAG berada di wilayah Kalurahan Kedundang Kapanewon Temon.

Direktur Rusus Kementerian PUPR, Ir Raden Johny Fajar Sofyan Subrata secara daring mengatakan, pembangunan rusus terdampak pembangunan YIA dimulai sejak 2017 silam. Sebanyak 50 unit rusus tipe 36 tersebut semuanya sudah terhuni. “Untuk Rusus di Kaligintung sebanyak 53 unit tipe 36 lengkap dengan prasarana umum yang penyerahan kuncinya kita lakukan sekarang merupakan hasil kerjasama pemerintah daerah dengan Kementerian PUPR,” tegasnya.

Dijelaskan, pembangunan 53 unit rusus tersebut menghabiskan anggaran Rp 7,753 M bersumber APBN 2019. Tiap rumah luasnya 36 m2 di atas lahan 80 m2, terdiri satu ruang tamu yang jadi satu dengan ruang keluarga, dua kamar tidur dan satu kamar mandi. “Total rusus yang sudah kami serahterimakan 103 unit,” ujarnya menambahkan warga yang mendapat rusus di Kaligintung terdiri 18 keluarga berasal dari Kalurahan Palihan, enam dari Kalurahan Glagah dan enam lagi berasal dari Kalurahan Kaligintung.

Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Kusuma Parasta mewakili KGPAA Paku Alam X menegaskan, Pura Pakualaman akan selalu membantu masyarakat DIY termasuk Kulonprogo yang memang sangat membutuhkan. Hanya saja memang ada batasan-batasan agar lahan PAG tidak habis. “Kita akan membantu segala keruwetrentengan di DIY termasuk Kulonprogo, tapi kita juga ada batasan-batasan tertentu. Sebab kalau kerajaan tidak punya tanah, ke mana kerajaannya,” tuturnya tersenyum. (Rul)

BERITA REKOMENDASI