Sultan: Pembebasan Tanah Masih Urusan AP

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO (KRjogja.com) – Proses pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) saat ini merupakan proses pembebasan tanah  menjadi tanggung jawab PT Angkasa Pura, dan belum urusannya Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sekarang adalah tahapan terakhir, yang realisasi pembebasan tanah dengan pembayaran ganti rugi akan dilakukan bulan Agustus mendatang.

Hal itu dikatakan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Wates, Selasa (19/7/2016) usai syawalan dan silaturahmi bersama pejabat dan masyarakat Kulonprogo. "Setelah itu selesai, barulah PT Angkasa Pura berkoordinasi dengan Pemda DIY Yakni perencanaan setelah pembebasan tanah," tegasnya.

Kompensasi bagi petani penggarap tanah Pakualam Ground (PAG), diterangkan Sultan, itu urusannya di PT AP. "Kalau masalah kompensasi jangan tanya saya, tanya Angkasa Pura, karena semua pembebasan tanah tanggung jawabnya," tandas HB X.

Terpisah, warga penggarap PAG yang terdampak pembangunan bandara  Puro Pakualaman agar segera memberi kepastian terkait kompensasi lahan yang digarapnya.

Kepala Desa Glagah Agus Parmono mengatakan, "Warga penggarap PAG baik yang dimanfaatkan untuk pertanian maupun penginapan dan lainnya berharap segera ada pernyataan dari resmi dari pihak Puro Pakualaman mengenai kompensasi tanah. Warga masih menunggu kepastian itu sebab ganti rugi yang diberikan baru berupa tanaman maupun bangunan dan infrastruktur yang ada di atas tanah," ujarnya.

Kompensasi bagi penggarap tanah PAG, menurut Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K), itu yang harus diperjuangkan dan didiskusikan. "Saya sudah matur dengan Sri Paduka Paku Alam akan menggodok keputusan ini. Yang disampaikan Sri Paduka Paku Alam kepada saya tentu sudah mendapat arahan dari bapak Gubernur. Atas nama warga Kulonprogo menunggu apa yang akan disampaikan Sri Paduka Paku Alam. Secara prinsip, pihaknya akan menyampaikan aspirasi warga agar warga mendapatkan penggantian yang pantas bagi penggarap tanah,” kata Hasto. (Wid)

 

BERITA REKOMENDASI