Sunat BLT Pandemi, Pak Dukuh Diamankan Polisi

Editor: KRjogja/Gus

KOKAP, KRJOGJA.com – Kepala Dukuh Tegiri II, Hargowilis, Kokap, Kulonprogo, Sunarya (42) ditangkap petugas Sat Res Krim Polres Kulonprogo lantaran menggelapkan uang bantuan Covid-19 milik warganya. Dalam aksinya, Sunarya memalsukan tanda tangan warga untuk membuat surat kuasa pengambilan dana bantuan Covid-19, kemudian menyunat nominalnya demi kepentingan pribadi.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan kepada wartawan di Mapolres Kulonprogo Selasa (27/10) menjelaskan, penangkapan Sunarya bermula dari laporan sejumlah warga Tegiri II yang merasa dirugikan dalam penerimaan bantuan Covid-19. Ada dua sumber dana bantuan yang seharusnya diterima warga pada Agustus lalu, yakni dana aspirasi anggota DPRD DIY serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.

“Tersangka merupakan dukuh Tegiri II,” Kompol Sudarmawan seperti dikutip dari harianmerapi.com.

Setelah dana bantuan cair pada Agustus lalu, ujarnya, Sunarya meminta fotokopi KTP dan KK milik warga tanpa alasan yang jelas. Ia kemudian membuat surat kuasa dan memalsukan tanda tangan warga agar dapat mencairkan dana bantuan Covid-19. Sunarya berdalih, surat kuasa dibuatnya untuk mempercepat proses pencairan lantaran warganya mengalami sakit, sudah lansia dan gangguan jiwa. Warga pun tak curiga karena berharap dana bantuan segera cair.

Setelah dana bantuan tersebut cair, Sunarya memotong nominalnya yakni berkisar Rp 300.000 hingga Rp 600.000 dengan dalih akan dibagikan kepada warga lain yang tidak menerima. Total dana bantuan yang digelapkan Sunarya mencapai Rp 7,8 juta, terdiri dari dana aspirasi Rp 4,2 juta dan BLT Dana Desa Rp 3,6 juta.

BERITA REKOMENDASI