Sutedjo Puas Target Pendapatan Terlampaui

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kendati kinerja jajarannya di tahun anggaran 2020 cukup baik, tapi Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo tetap minta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terus meningkatkan kinerjanya pada 2021, meski di tengah pandemi Covid-19.

“Saya mengapresiasi positif capaian kinerja OPD. Meski kesimpulan akhir sudah mencapai kinerja yang sangat tinggi tapi masih perlu kita tingkatkan. Jujur saya tidak menduga pendapatan kita melampaui target, meskipun ada penyesuian angka yang disebabkan pandemi Covid-19,” katanya, Jumat (22/01/2021).

Sementara itu dalam rapat koordinasi (Rakor) Pengendalian Pembangunan dan Evaluasi Smart City Tahun 2020 secara daring di Command Room Kompleks Pemkab Kulonprogo, Bupati Sutedjo menyadari sekaligus memaklumi tentang target yang tidak maksimal. Selain kondisi di lapangan juga ditambah pandemi Covid-19 menghambat kinerja kegiatan, walaupun sudah direfokusing. Hal tersebut hendaknya menjadi pelajaran bagi perangkat daerah untuk memaksimalkan kinerja di tahun 2021.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat Triyono mengatakan, capaian kinerja perangkat daerah sampai triwulan IV tahun 2020, Satpol PP meraih kinerja terbaik untuk lingkup Dinas, Badan, Irda dengan nilai 99,77. Disusul Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan nilai 99,73 kemudian RSUD Wates dengan nilia 99,33.

Sedang dilingkup kantor, Kapanewon, BPBD diraih oleh BPBD dengan nilai 99,92, Kapanewon Nanggulan dengan nilai 99,50 serta Kapanewon Temon dengan nilai 99,32. Triyono menambahkan kondisi pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor banyak kegiatan yang tidak bisa terlaksana.

“Dari awal perencanaan sudah baik, namun tidak dapat dilaksanakan karena Pandemi Covid-19, ditambah lagi perangkat daerah tidak merefokusing anggarannya”, ujar Triyono.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Drs Rudiyatno mengamtakan, implementasi 59 program Smart City tahun 2020 di Kulonprogo tercapai, dari target 70 program atau sekitar 84,29%, sementara untuk realisai kegiatannya mencapai 84,71% dari target 85 kegiatan hanya tercapai 72 kegiatan.

Namun untuk diwilayah DIY, nilai evaluasi smart city Kulon Progo naik 0,08 poin dari tahun sebelumnya menjadi 3,17 diatas Kabupaten Bantul namun masih dibawah Sleman dan Kota Yoyakarta. “Untuk tingkat nasional sendiri, kita diperingkat 16 dari 75 Kab/Kota Gerakan Menuju Smart City Indonesia” ujar Rudiyanto. (Rul)

BERITA REKOMENDASI