Tak Ada Sampah Dari Luar Daerah Masuk TPAS Banyuroto

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Ir Gusdi Hartono menegaskan, sampai saat ini tidak ada sampah yang berasal dari luar wilayah Kulonprogo di buang di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Banyuroto, Kapanewon Nanggulan.

“Untuk menerima sampah dari luar wilayah Kulonprogo harus ada ‘Memorandum of Understanding'(MoU) antar-Pemerintah Kabupaten/ Kota. Sehingga selama tidak ada MoU maka sampah dari luar daerah tidak bisa masuk ke Kulonprogo. Kami pastikan tidak ada sampah yang dibuang ke Kulonprogo (TPAS Banyuroto-Red.),” jelasnya, Rabu (11/5).

Pernyataan tersebut disampaikan Gusdi Hartono menanggapi pertanyaan kemungkinan adanya pembuangan sampah dari luar daerah ke TPAS Banyuroto, seiring mencuatnya permasalahan sampah di TPST Piyungan Bantul.

Sementara itu Plt Kepala UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan, DPUPKP Kulonprogo, Budi Purwanta menjelaskan kondisi sampah di TPAS Banyuroto, Nanggulan tidak seperti tiga wilayah yakni Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta. Rata-rata sampah yang masuk ke TPAS Banyuroto hanya 30 ton perhari.

Untuk mengatasi permasalahan sampah, DPUPKP Kulonprogo telah menyiapkan langkah antisipasi sejak beberapa tahun silam. Di antaranya pembelian tanah, melakukan perencanaan teknis. Bahkan pada 2023 mendatang, pihaknya akan membangun zona landfill 2, untuk mengantisipasi zona landfill 1 penuh.

“Untuk zona landfill 1 saat ini, umur teknisnya tidak bertahan lama perkiraan sampai tahun ini. Kalau dimaksimalkan hanya sampai pertengahan 2023. Sehingga tahun depan diprioritaskan untuk pembangunan zona landfill 2 di TPA Banyuroto,” terangnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI