Tak Bisa Setorkan Tabungan Lebaran, Bendahara Mengaku Korban Penjambretan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Seorang bendahara kampung berinisial SP warga Kasihan II Ngentakrejo Lendah harus berurusan dengan Polisi karena telah membuat laporan palsu. Aksi akal-akalan tersebut sengaja dilakukan tersangka karena ia tak memiliki uang untuk membayar uang tabungan para anggota yang harus dibagikan saat Lebaran mendatang. Dengan membuat laporan palsu dan mengaku sebagai korban penjambretan, ia berharap uang tabungan tak dibagikan pada Idul Fitri besok.

Sejak tujuh yang tahun lalu SP menjadi bendahara kelompok tabungan Lebaran di kampungnya. Setiap jelang Idul Fitri tiba ia harus menyalurkan dana yang telah terkumpul satu persatu kepada seluruh anggota.

Pada tahun ini dana yang terkumpul sebanyak Rp 35.000.000. Uang puluhan juta tersebut ia yang memegang, namun hingga saat ini tersangka baru bisa menyediakan uang Rp 25.000.000. Sedangkan sisanya Rp 10.000.000 telah dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Karena sudah kepepet tak bisa menyediakan uang saat Lebaran dan takut ditagih para anggota, akhirnya muncul ide dari pelaku untuk membuat keterangan palsu di Polsek Lendah. Kepada petugas, tersangka mengaku telah menjadi korban penodongan dan penjambretan di Jalan Pengkol Gulurejo Lendah pada Selasa (28/04/2020) siang kemarin.

BERITA REKOMENDASI