Tanah Tandus ‘Watu Gajah’ Disulap jadi Lahan Produktif

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kelompok Tani (KT) Agrowisata Watu Gajah yang bekerja keras membuka tanah berbatu menjadi lahan produktif mendapat apresiasi Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo. Hal ini dilakukan kawasan tersebut dapat lebih hijau dan sebagai salah satu upaya dalam melestarikan lingkungan.

“Usaha yang baik tentu akan membuahkan hasil yang baik pula. Pada saatnya panen, masyarakat bisa mendayagunakannya, sehingga tidak perlu jauh-jauh membeli kelengkeng sampai keluar kabupaten, cukup ngambil dari petani Mendiro saja tapi dibayar dulu,” katanya disela penanaman bibit pohon Klengkeng di Pedukuhan Mendiro Gulurejo Lendah, Kamis (18/06/2020).

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga secara simbolis memberikan bantuan bibit kelengkeng pada Ketua KT Agrowista Watu Gajah, Sarmidi dan uang Rp 50 juta untuk pembuatan sumur pantek kepada Gapoktan Ngudi Makmur Ngentakrejo Lendah. Setelah itu Bupati melaksanakan penanaman bersama dengan para pejabat yang hadir di lahan yang sudah disiapkan.

Bupati menilai langkah yang dilakukan KT Agrowisata Watu Gajah sejalan dengan Program Bela Beli Kulonprogo yang sudah tujuh tahun digaungkan Pemerintah Kabuapten (Pemkab) Kulonprogo bersama masyarakat. “Kalau kita sudah punya produksi sendiri maka tidak perlu membeli ke daerah lain, bahkan jika produksi berlebih justru malah bisa di jual ke luar daerah termasuk diekspor,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kulonprogo sesungguhnya sudah memiliki sentra produksi Kelengkeng di antaranya di Kapanewon Kalibawang, beberapa waktu lalu sempat diagendakan Bupati memimpin panen raya. Tapi karena wabah Korona, panen raya tersebut dibatalkan meskipun kelengkeng tetap bisa di panen. (Rul)

BERITA REKOMENDASI