Tanggul Jebol dan Longsor di Kulonprogo Jadi Kewenangan BBWSSO

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kulonprogo melaporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta terkait kerusakan tanggul sungai dan saluran irigasi akibat hujan dan luapan banjir di Kulonprogo.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas PUPKP Kulonprogo Hadi Priyanto menjelaskan telah melakukan pengecekan kerusakan tanggul sungai dan saluran irigasi akibat hujan dan banjir yang dilaporkan masyarakat.

“Semua kewenangan tidak ada di kabupaten. Sesuai kemampuan warga, sudah berupaya mengatasi secara darurat. Dinas PUPKP sudah menindaklanjuti melaporkan ke BBWSSO,” ujar Hadi Priyanto, Selasa (17/3/2020).

Menurutnya, kerusakan tanggul sungai longsor dan sebagian jebol menyusul hujan deras berakibat banjir yang terjadi pekan lalu. Tanggul Kali Randu Kuning di Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan, jebol merendam sebagian tanaman padi umur sekitar 10 hari.

Panjang tanggul yang jebol sekitar 7 meter sehingga arus kali mengalir ke persawahan. Tanggul Sungai Serang yang longsor dan terancam jebol di wilayah Karangwuni, Kedung Pring dan di wilayah Tegal lembut.

Tanggul Sungai Serang di Kalurahan Karangsuni yang jebol, katanya, secara darurat sudah ditangani warga dengan membuat tanggul darurat dari karung berisi pasir. Terowongan saluran irigasi di Sambiroto di Kalurahan Banyuroto juga ambles. Hampir bersamaan dengan kejadian Bendung Kalipetir yang jebol.(Ras)

BERITA REKOMENDASI