Teknologi Makin Canggih, Tantangan Keluarga Makin Berat

KULONPROGO (KRjogja.com) -Tiga desa di Kabupaten Kulonprogo dicanangkan sebagai Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS). Saat ini di era kemajuan teknologi informasi dan globalisasi DBKS mendapat tantangan yang makin berat.  

"Mudahnya masyarakat mempunyai alat komunikasi dengan teknologi tinggi seperti smartphone menjadikan dunia hanya dalam gengaman. Media jejaring sosial, seperti facebook, twitter, whatsApp, bila salah menempatkan akan menjadi penyebab keretakan rumah tangga yang sebelumnya banyak terjadi karena masalah ekonomi dan akibat pernikahan dini," kata Asisten I Setda Kulonprogo Arif Sudarmanto SH mewakili Pj Bupati ketika mencanangkan tiga  desa sebagai DBKS Tahun 2016, di Balai Desa Kedundang Kecamatan Temon, Rabu (14/9/2016).

Ketiganya tersebut Desa Kedundang (Kecamatan  Temon), Desa Krembangan (Panjatan), dan Desa Sentolo (Sentolo). Saat ini dari 88 desa/kelurahan, yang sudah DBKS sebanyak 75 dan tinggal 13 desa yang belum.

Upaya mengatasi permasalahan tersebut dengan membentengi diri dengan ajaran agama, dapat menyelesaikan berbagai persoalan rumah tangga selain dengan sabar dan tidak mengedepankan emosional. "Kegiatan DBKS mencakup beberapa aspek pembinaan keluarga sakinah, yang antara lain terwujudnya kehidupan beragama dan ibadah dalam keluarga, pendidikan intelektual yang maju dan tuntas, kesehatan keluarga yang terjaga baik, ekonomi stabil, dan hubungan fungsional serasi dan selaras, intern dan antar keluarga serta lingkungan," kata Arif. (Wid)

BERITA REKOMENDASI