Teler Bawa Mobil, Penyanyi Dangdut ‘XN’ ditangkap

Editor: KRjogja/Gus

WATES (MERAPI) – Biduan dangdut asal Kota Yogyakarta yang tengah naik daun, XN (19) ditangkap petugas Polres Kulonprogo setelah ngoplo saat jadi bintang tamu di salah satu SMA di wilayah Kulonprogo. Pelaku diamankan saat berkendara dalam kondisi mabuk pil koplo dan melanggar lalulintas di Kota Wates. Dari tangan pelaku, polisi menyita sembilan butir pil koplo jenis Hima. 

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution kepada wartawan, Senin (16/4) mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari tindak pelanggaran lalu-lintas yang dilakukan pada akhir pekan lalu. Saat itu, korban baru saja pulang dari manggung di sebuah SMA di Kulonprogo dan mengendarai mobil. Ketika lewat Kota Wates, dia melanggar lalulintas, kemudian diberhentikan petugas. Saat diperiksa, XN justru didapati dalam kondisi tidak fokus dan terindikasi mabuk atau teler. 
Penggeledahan kemudian dilakukan petugas, hingga akhirnya ditemukan sembilan butir pil Hima dalam bungkus rokok yang tersimpan di dalam tasnya. “Di dalam mobil ada juga rekannya, namun
yang terindikasi menyalahgunakan obat terlarang hanya XN,” kata AKBPAnggara Nasution. Saat diperiksa, XN mengakui telah menkonsumsi pil Hima tanpa izin. Padahal, pil ini merupakan obat keras berbahaya yang masuk dalam daftar G atau tergolong psikotropika. 

Berdasar Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, penggunaan dan pengedaran pil
Hima harus memiliki izin khusus atau resep dokter. “Ini obat penenang yang menimbulkan efek halusinasi. Kalau tanpa resep dokter, penggunaannya tidak tepat sehingga akan menimbulkan kerusakan tubuh,” terang AKBPAnggara

Kasat Res Narkoba Polres Kulonprogo, AKP Munarso menyampaikan, pelaku mengaku telah mengkonsumsi pil Hima sejak beberapa bulan terakhir. "Pas diperiksa, dia positif mengkonsumsi (pil Hima) dan baru saja manggung di sebuah sekolah," kata AKP Munarso. Dijelaskan, atas tindakannya, XN dinyatakan melanggar Pasal 196 junto Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar. 

“Pengembangan kasus ini masih terus dilakukan petugas Polres Kulonprogo, terutama untuk mengejar pemasok pil Hima kepada XN,” ujar Munarso. Sementara itu meski dihadirkan di hadapan wartawan, namun XN memilih bungkam. Ia mengenakan penutup muka dan menyatakan tidak bersedia memberikan pernyataan kepada wartawan, termasuk alasan apa menggunakan obat terlarang tersebut. "Nggak,î tegas XN saat Kapolres menanyakan apakah ia bersedia diwawancarai awak media. Menanggapi hal ini, AKBP Nasution meminta agar wartawan menghargai ketidaksediaan XN utuk diwawancara. "Yang bersangkutan menolak untuk dilakukan wawancara. Kita hargai pendapatnya," pungkas AKBP Anggara. (MERAPI) 

BERITA REKOMENDASI