Terkendala Kewenangan, Jembatan Bantar Belum Bisa Jadi Destinasi Wisata Sejarah

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Jembatan Bantar di atas Sungai Progo yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Kulonprogo sesungguhnya bisa dijadikan destinasi wisata sejarah. Tapi karena kewenangannya berada di Pemda DIY dan kondisi fisik jembatan juga perlu perawatan maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo belum bisa mewujudkan jembatan yang bernilai sejarah tersebut menjadi objek wisata (obwis) baru.

Bupati Drs Sutedjo menjelaskan, Jembatan Bantar merupakan bukti nyata perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan sejarah penjajahan Belanda ketika menduduki negeri ini. Fakta sejarah tersebut dinilai bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun wisatawan manca negara.

Diantara daya tarik wisata bagi wisatawan manca negara terhadap Jembatan Bantar, adanya sejarah perang dunia kedua di lokasi tersebut. Sehingga dapat menarik minat turis luar negeri untuk mempelajari berbagai sejarah yang menyelimuti infrastruktur yang saat ini masuk cagar budaya tersebut.

Ketenaran Jembatan Bantar kelak kalau bisa jadi objek wisata (obwis) akan semakin lengkap dengan keberadaan destinasi wisata Towil Fiest yang menawarkan wisata bersepeda berkeliling desa dengan sepeda onthel. Towil Fiest selama ini sudah sering dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.

“Dengan adanya dokumen sejarah dan wisata keliling desa menggunakan sepeda onhtel yang dikelola Towil Fiest serta dijadikannya Jembatan Bantar sebagai obwis tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik untuk mempelajari sekaligus menyaksikan langsung bukti sejarah,” kata Sutedjo didampingi Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo Joko Mursito MA disela kunjungan di Jembatan Bantar, Jumat (24/9/2021).

BERITA REKOMENDASI