Teten Masduki Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJogja.com- Sejak pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di berbagai sektor usaha kolaps. Tapi dalam perkembangannya ada sebagian yang mampu bangkit dan sukses menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi digital.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam webinar ‘Mendorong Transformasi Digital UMKM Melalu E-Commerce’ mengatakan, hampir semua UMKM yang usahanya berhubungan dengan perkantoran, sekolah, industri terhenti. Sebagian yang bisa bertahan mengalami penurunan omzet yang cukup drastis.
“Kondisi tersebut tidak berlaku bagi UMKM yang berhasil memanfaatkan teknologi digital. Usaha mereka semakin tumbuh dan meraih kesuksesan. Banyak UMKM yang tumbuh dan sukses karena terhubung dengan platform digital,” kata Teten.
Mengacu hasil survei salah satu lembaga, 82 persen UMKM yang bisa bertahan dengan mengoptimalkan aktivitas penjualan online melalui outlet mereka di platform e-commerce dan juga lapak di media sosial. Tidak ada hambatan bagi mereka memanfaatkan teknologi ini. Mereka justru bisa mendapatkan keuntungan optimum dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada.
Sementara usaha yang bergerak di bidang souvenir, barang promosi perusahan dan pernikahan pada Maret 2020 berhenti total. Kala itu banyak acara kantor dan pernikahan yang telah dijadwalkan terpaksa dibatalkan.
“Saat itulah saya kuwalahan karena omzet turun dan harus menanggung nasib pekerja yang kehilangan penghasilan,” ungkap CEO dan Founder Sovlo Indonesia, Lidya Valensia.
Agar lepas dari keterpurukan maka akhir Mei 2020, Lidya mulai masuk ke pasar digital. Menurutnya platform digital memberikan kemudahan, karena tidak perlu membangun toko online atau pengembangan website maupun admin WhatsApp, karena semuanya sudah ada.
“Saya pilih platform digital yang banyak memberi kemudahan dan banyak fasilitas yang ditawarkan,” jelasnya.
Sedangkan pengamat ekonomi digital Aviliani menuturkan, model bisnis UMKM memang harus berubah. Pemerintah harus membuat berbagai regulasi agar UMKM lebih bernilai tambah dan bisa naik kelas.
“Saat ini baru 13 persen UMKM yang terhubung platform digital,” tuturnya. (Rul)

 

BERITA REKOMENDASI