Tidak Ada Pengeringan di Saluran Irigasi Kalibawang

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Mengantisipasi kekeringan di musim kemarau sekaligus mempercepat menanam padi pada musim tanam (MT) pertama tidak ada pengeringan di saluran induk irigasi Kalibawang, Kulonprogo. Tidak ada pengeringan saluran induk irigasi Kalibawang merupakan keputusan hasil pertemuan Komisi Irigasi (Komir) Kulonprogo setelah tidak ada perbaikan dan pemeliharaan saluran dari BBWS-S0 (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu – Opak) Yogyakarta.

”Mulai Juli sampai awal Agustus 2020 tidak ada perbaikan dan pemeliharaan di saluran irigasi Kalibawang. Oleh sebab itu pada MT palawija, air tetap dialirkan ke saluran irigasi,” ujar Hadipriyanto, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas PUPKP Kulonprogo.

Kepala Dinas PP Kulonprogo, Muh Aris Nugroho menyatakan sangat mendukung keputusan air tetap dialirkan ke saluran irigasi di Juli 2020. Sebagian besar petani penggarap persawahan golongan 2 masih membutuhkan air untuk menanam padi kedua.

Menurutnya, memanfaatkan tidak ada pengeringan saluran irigasi untuk mengantisipasi kekeringan musim kemarau, percepatan panen MT padi kedua di persawahan golongan 2 dan menyamakan pola tata tanam MT padi pertama di persawahan golongan 1, Agustus 2020 mendatang.

”Tidak ada pengeringan ini bisa untuk pembasahan persawahan golongan 1 dan percepatan panen padi kedua di persawahan golongan 2. Harapannya pada MT padi kedua di Agustus mendatang, bisa kompak lagi,”kata Muh Aris Nugroho. (Ras)

BERITA REKOMENDASI