Tiga ASN Pemkab Kulonprogo Bolos

Editor: KRjogja/Gus

WATES (KRjogja.com) – Sebanyak 3 aparatur sipil negara (ASN) bolos kerja, tidak hadir dan tanpa keterangan, mereka adalah dari Dinas Pendidikan 2 orang dan 1 Puskesmas Temon 1.

Secara umum, tingkat kehadiran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo pada 22 Juni dan 3 Juli sudah  tertib, karena yang tidak hadir semua menyertakan surat keterangan. 

Dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kulonprogo Dra Hj Yuriyanti MM, terhadap 3 orang ASN yang tidak hadir pada 4 Juli dan tanpa keterangan, pihaknya akan menyurati Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pembinaan. 

"Kami dalam melakukan pemantauan sudah membentuk Tim Pemantau Kehadiran, dengan 51 personil dari unsur Inspektorat Daerah dan BKPP. Pantauan pada 22 Juni hari terakhir masuk kerja jelang libur panjang, 3 dan 4 Juli paska libur. Tapi pemantauan tidak seluruhnya, namun berdasar uji petik saja. Dalam uji petik sebanyak 58 unit kerja dan hasil khusus 3 Juli tidak ada yang tidak masuk tanpa keterangan. Jadi kalau tidak masuk memang ada, tapi sudah ada surat keterangan," kata Yuriyanti, Rabu (05/07/2017).

Penghitungan cepat di OPD, dari 6.702 pegawai yang tidak masuk pada 3 Juli ada 119 orang. Terdiri Izin 4 oang, dinas luar 3 orang, cuti bersalin 9 orang, cuti alasan penting 1, cuti besar 4 (diambil menjelang pensiun), cuti sakit 6, turun jaga 64 orang, tugas belajar 16, bebas tugas (1 tahun jelang pensiun) 9 dan mengikuti diklat 3 orang.  "Untuk turun jaga ini memang terdapat dalam beberapa instansi yang melaksanakan tugas di malam hari seperti RSUD Wates, RSUD Nyi Ageng Serang, Dinas Perhubungan (Dishub), DPU Perumahan dan Kawasan Permukiman," ujarnya.

Sementara hari terakhir jelang libur yakni 22 Juni semua yang tidak hadir ada surat keterangannya . Uji petik pada 58 satuan kerja atau 2.018 orang, yang  tanpa keterangan tidak ada, yang tidak hadir 89 orang semua dengan keterangan. Izin 5 orang, dinas luar 1, cuti bersalin 7, cuti besar 4, cuti sakit 5, turun jaga 31, tugas belajar 15, dan bebas tugas 15 orang. "Melihat hasil kita melaksanakan sidak, berarti tingkat kedisiplinan/kehadiran ASN sebelum dan sesudah Hari Idul Fitri bisa dikatakan sudah bagus," tandasnya.

Bupati, kata Yuriyanti, memang sempat menanyakan kembali atas laporan  terhadap 3 OPD yaitu DPU, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pertanian  karena yang tidak masuk lebih 10 orang. Namun setelah dijelaskan bahwa tidak masuknya semua dengan keterangan  karena melaksanakan tugas. DPU ada  11 orang turun jaga karena piket malam di TPA Banyuroyo dan Depo Teteg Barat 6 orang, piket malam di dinas 1, dan tugas belajar 4 orang. "Dinas Pertanian 10 oramg terdiri cuti bersalin 2, cuti besar 2, cuti sakit 1, tugas belajar 3, bebas tugas 2. Dinas Perhubungan 10 orang, sebab turun jaga karena malamnya melakukan monitoring angkutan lebaran di posko ruas jl KH Ahmad Dahlan. Monitoring dilakukan H-7 hingga H+7," imbuh Yuriyanti. (Wid)

BERITA REKOMENDASI